Berdoalah untuk Meminta Kebaikan, Bukan meMAKSAkan Keinginan!

14 Feb 2017 - 08:24 WIB

Dahulu saat saya belum tahu dan memang tidak dikasih tahu dan saya juga belum mencari tahu, dalam setiap berdo’a, saya sering sekali terlalu memaksa KEINGINAN saya dan lupa untuk disertai dengan meminta kebaikan.

Contoh sederhananya saat saya sekolah di tingkat SLTP, saat saya melihat teman-teman sekolah sudah pada pakai motor, saya pernah berdoa, semoga saja saya bisa dibelikan motor.

Padahal saat itu saya tahu betul, orang tua saya hanya petani kampung, jadi saya pendam keinginan saya.

Namun sekitar beberapa bulan dari saya berdo’a semoga bisa memiliki motor, ternyata salah satu teman saya sepulang sekolah mengalami kecelakaan hingga tulang kakinya patah sehingga hampir sebulan tidak bisa sekolah.

Begitu bisa masuk sekolah, ternyata sudah tidak bisa berjalan normal dan harus selalu menggunakan tongkat.

Sejak saat itu saya langsung merenung dan melakukan “evaluasi” setiap kali berdo’a.

Beberapa minggu usai kejadian itu juga, saya secara kebetulan mengikuti salah satu pengajian di kampung saya, kebetulan tema yang dibahas terkait dengan do’a.

Saya ingat betul, saat itu penceramahnya mengungkapkan cara etika doa yang baik, dan juga yang saya ingat betul adalah si penceramah menyebutkan pernyataan Ali bin Abi Thalib sebagai berikut,

“Jika saya berdo’a, kemudian do’a saya dikabulkan, saya BAHAGIA. Namun jika saya berdo’a kemudian tidak dikabulkan, saya berlipat-lipat jauh lebih BAHAGIA. Hal tersebut karena jika yang pertama itu terkabul karena keinginan saya, sedangkan jika doa kita tidak terkabul, itu karena kehendak Allah S.W.T”

Hal ini memang pasti seringkali teramatsangat sulit dilakukan [saya sendiri masih terus belajar], karena terkadang saat kita berdo’a seringkali kita hanya menginginkan keinginan kita tanpa disertai dengan meminta kebaikan.

Itu kenapa banyak diantara kita meminta supaya bisa punya motor, punya rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.

ilustrasi gambar: blog.lazadaDo’a dan keiinginan itu semuanya tidak dilarang, namun harus disertai dan diakhiri dengan do’a lanjutan, “Semoga semua keinginan saya tersebut membawa kebaikan dan manfaat”.

Dengan demikian, seandainya do’a-do’a tersebut belum terkabulkan, itu artinya semoga memang itulah kebaikan yang kita terima.

Soalnya bisa kita lihat sekarang, banyak orang meminta ingin punya motor, punya mobil, kekuasaan, jabatan, dan lain-lain, tapi karena terlalu Memaksakan keinginan tanpa disertai permintaan kebaikan dan manfaat, maka banyak kita lihat di sekitar kita yang mungkin doa-doa mereka terkabul, Punya mobil mewah, jabatan, dan lainya, namun justru mobilnya membawa bencana.

Demikian juga banyak orang terkabul doa dengan memiliki jabatan yang tinggi, tapi akhirnya korupsi dan ditangkap KPK, begitu seterusnya.

Saat musim Pilkada seperti sekarang ini juga sepertinya hampir setiap pasangan pasti hampir rata-rata meminta do’a supaya merekalah yang WAJIB MENANG!

Hal itu kenapa dalam setiap pemilu maupun pilkada, tidak sedikit calon dan para pendukung setianya melakukan cara-cara yang salah yang penting mereka menang.

Padahal akan lebih baik dan bijak jika dalam berdo’a itu selalu diakhiri dengan meminta kebaikan. 

Jadinya jika nanti kalaupun tidak terpilih, maka kita bisa tetap bersyukur karena itu artinya, bahwa itulah kebaikan yang dikehendaki oleh Tuhan.

Bisa dibayangkan jika masing-masing calon semuanya MEMAKSAKAN doanya kepada TUHAN supaya dirinya WAJIB MENANG, maka jika tidak terkabul, yang terjadi pasti KEKECEWAAN. Kalau sudah kecewa, yang dilakukan bisa-bisa membuat keonaran dan kekacauan.

Melalui tulisan ini saya juga ingin berdo’a dan berharap, Semoga Pilkada yang akan diadakan 15 Februari 2017 besok, dimana diselenggarakan Pilkada secara serentak di 7 Provinsi, 18 Kota, 76 Kabupaten berjalan lancar, aman dan damai.

Semoga, siapapun yang menang, mereka adalah orang-orang pilihan yang terbaik dari yang terbaik untuk membawa daerahnya masing-masing maju dan lebih baik dan diridhoi Tuhan.

Semoga bagi yang belum bisa menang, semoga diberikan keikhlasan dan kesabaran juga dibukakan matahatinya jika itu semua yang terbaik untuk mereka, sehingga semuanya bisa saling suport dan memberikan dukungan kepada yang menang untuk membangun bangsa ini bersama-sama tanpa ada perpecahan dan perselisihan apalagi keonaran.

Amiiiiiiiiiiin


TAGS Religi / Pilkada /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda