Musim Kampanye Usai, Mantapkan Pilihan dan Hentikan Perpecahan!

13 Feb 2017 - 09:53 WIB

Musim kampanye secara resmi sudah ditutup, itu artinya sudah dilarang melakukan kampanye saat hari tenang jelang hari pemilihan 15 Februari 2017 nanti.

Pada tanggal 15 Februari 2017 besok, Pilkada secara serentak akan berlangsung di 7 Provinsi, 18 Kota, 76 Kabupaten.

Saat musim kampanye kemarin, diantara tim sukses dan pendukung masing-masing calon sudah saling bekerja keras untuk perjuangkan pilihan mereka supaya bisa jadi pemenang.

Diantara mereka ada yang melakukan dengan cara santun, tidak melanggar aturan, namun tidak jarang juga yang membuat pelanggaran, bahkan yang tidak ketinggalan pasti disertai saling cela dan menghina di sosial media.

Namun sekarang, musim kampanye sudah usai dan berakhir.

Itu artinya semua bentuk kampanye harus dihentikan. Walaupun demikian, saya prediksi seperti sebelum-sebelumnya, aturan berhentinya kampanye hanya ada di dunia nyata, sedangkan di dunia maya, netizen tetap tak ada henti-hentinya terus bersuara.

Bahkan terkadang saat hari tenang seperti ini, di sosial media begitu gencar perdebatan antar pendukung masing-masing kandidat.

Diantara netizen pendukung dari masing-masing calon ramai-ramai saling hujat dan mencoba saling mempengaruhi melalui komentar-komentar di berbagai pemberitaan online yang memberitakan terkait pilkada.

Padahal seharusnya, mau di media sosial ataupun bukan, seharusnya saat hari tenang seperti ini etikanya sudah tidak diperkenankan lagi berkampanye. 

Saat hari tenang seperti ini, seharusnya para calon pemilih tinggal memantapkan hati saja, siapa yang akan anda pilih nantinya.

Dengan adanya hari tenang ini juga bisa dimanfaatkan untuk saling meredam diri dan saling menjaga kedamaian di lingkungan masing-masing.

Bahkan akan lebih baik lagi jika di hari tenang ini bisa dijadikan sebagai hari saling maaf-memaafkan karena selama kampanye saling serang antar warga karena beda pilihan.

Jika anda sudah memiliki pilihan yang sesuai dengan pilihan anda, maka sudah tidak ada gunanya lagi anda memaksakan kehendak pilihan anda kepda orang lain. Karena sebagaimana anda sudah memantapkan pilihan terhadap calon anda, maka bisa dipastikan orang lain juga memiliki prinsip yang sama seperti anda.

ilustrasi: kpu.go.id

Jika sudah demikian, maka tidak ada gunanya lagi memaksakan kehendak supaya orang lain harus ikut memilih sesuai pilihan kita, sebagaimana kita juga tidak mau dipaksa untuk memilih sesuai pilihan orang lain.

Sudahlah, semua tim sukses dan para pendukung sudah berjuang habis-habisan untuk mempromosikan masing-masing calon. Dan yakinlah bahwa diantara para calon pastinya orang-orang pilihan yang semoga saja, siapapun yang terpilih adalah yang terbaik.

Jangan pernah membuat kerusuhan atau kekacauan jika calon kita kalah. Jika memang yang kalah masih kecewa dan belum puas atas kekalahanya nanti, maka bisa anda coba lagi pada pilkada berikutnya.

So, yuk udahi perselisihan dan perpecahan ini dan mari kita satukan tekad kita untuk memajukan bangsa ini dengan berlomba-lomba dalam karya dan kebaikan.


TAGS Sosial / Politik / Pilkada /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.