Lebih Hina dari Maling Ayam, Kenapa Koruptor Tetap Diistimewakan?

7 Feb 2017 - 10:48 WIB

Kalau boleh membandingkan, jika maling ayam, seberapapun sering mereka jadi maling ayam, paling hanya untuk bertahan hidup untuk keluarganya. Namun koruptor, mereka mengambil uang milyaran rupiah padahal gaji dan fasilitas sudah begitu tinggi, tapi masih korupsi, tentunya itu sudah sangat keterlaluan dan menjijikan!

Membaca hasil investigasi majalah Tempo yang sedang jadi viral di sosial media, tentunya membuat kita geram dan gregetan melihat para perilaku koruptor dan para penjaga tahanan.

Dimana dalam investigasi tersebut disebutkan adanya tahanan koruptor yang bisa dengan mudah keluar tahanan. Ada yang ke apartemenya, ada juga yang berkali-kali ketemu istri mudanya.

Hasil investigasi tersebut sekaligus mengingatkan kita akan kasus Gayus yang saat itu sudah ditahan tapi ternyata bisa jalan-jalan ke Bali, bahkan sempat juga makan enak di restaurant ditemani wanita cantik.

Namun bagi saya, kabar seperti ini sama-sekali tidak membuat saya terkejut apalagi harus terbelalak. Alasanya sudah saya jelaskan pada tulisan saya di tahun 2013 yang lalu juga pada saat kasus Patrialis Akbar ditangkap KPK,

Dalam tulisan tersebut saya menyebutkan bahwa, Korupsi di Indonesia Akan Terus Tumbuh Subur karena beberapa alasan diantaranya,

  1. Korupsi di Indonesia “Diajarkan” (secara tidak sengaja/Sengaja) sejak Dini dari Keluarga, Sekolah, dan Lingkungan. [Baca penjelasan lengkapnya disini]
  2. Niat Korupsi dan Kesempatan Korupsi Terbuka Lebar
  3. Hukuman untuk Koruptor TERAMATSANGAT RINGAN!
  4. Nikmatnya Fasilitas di Dalam Penjara Sel Koruptor
  5. Bonus Remisi untuk Koruptor
  6. Koruptor tetap Dipuji dan didukung PENGIKUT setianya

Dan menurt saya, keenam alasan tersebut diatas saat ini masih begitu mudah kita temukan di negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia!.

Akibatnya, selama itupula TIDAK ADA ALASAN para koruptor untuk TAKUT melakukan [merencanakan] KORUPSI sehingga mereka akan terus dan terus menerus TETAP BERANI KORUPSI!

Bagai bumi dan langit!Pada kasus investigasi tempo yang sekarang sedang ramai dibicarakan, itu artinya kita sedang berbicara pada POIN NOMOR 4 diatas yaitu terkait dengan “Nikmatnya Fasilitas di Dalam Penjara Sel Koruptor”.

Dengan adanya bukti saat kasus Gayus terdahulu, hal itu sudah membuktikan bahwa ada kesan yang tidak tertulis, namun sangat bisa difahami bahwa, “Kamu kalaupun Koruptor, asal punya duit dan bisa bayar penjaga tahanan, kamu bisa jalan-jalan kemanapun”.

Dan sekarang, saat kita membaca investigasi Tempo yang tentunya pihak Tempo berani bertanggungjawab atas hasil investigasinya, rakyat bisa kembali melihat fakta yang ternyata jika investigasi Tempo benar, maka koruptor di Indonesia tetap bisa hidup bahagia walaupun sedang masa di tahan.

Anda bisa membayangkan, Jika koruptor yang sedang dihukum saja bisa jalan-jalan semau mereka di luar tahanan, bagaimana dengan koruptor yang belum ketangkap dan belum ketahuan?

Logikanya mereka akan berfikir untuk sama sekali tidak takut untuk tetap korupsi dan korupsi bukan?

Saya memang apatis banget kalau soal ngomongin bicara koruptor. Karena sebaik apapun dan seberani apapun Presiden, menteri, dan Kapolrinya, kalau mental sipir penjaranya mudah DISUAP, maka selama itu pula koruptor akan tetap jadi raja di dalam tahananya, sedangkan para sipir penjaga yang mudah disuap itu ibarat pembantunya.

Namun seapatis apapun saya soal hal ini, saya masih berharap di pemerintahan sekarang ini, Jokowi berani ambil sikap tegas untuk menghentikan ulah para koruptor tersebut.

Jika perlu, pasang cctv di setiap pojok ruangan sel koruptor dan publikasikan saja secara online agar rakyat ikut mengawasi koruptor tersebut agar jangan sampai semau mereka sendiri keluar tahanan.

Namun yang jauh lebih penting lagi, semoga saja jika ke-6 Poin diatas yang saya sebut jadi penentu suburnya korupsi di Indonesia satu persatu dihilangkan, saya yakin orang akan berfikir ulang untuk berani korupsi.

Namun jika ke-6 poin diatas masih ada di negeri ini, maka saya pastikan lagi, selama itu pula koruptor di negeri ini akan tetap ada dan bermunculan kembali. Soal siapa yang tertangkap lebih dahulu, itu semacam menunggu siapa yang akan APES selanjutnya!


TAGS hukum / Koruptor /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.