Ketika Netizen dan Media Jadi Alat Penghancur Bangsa

3 Feb 2017 - 10:03 WIB

Tulisan ini sangat tidak saya rekomendasikan untuk anda yang menghabiskan waktu hidupmu di sosial media. 

Kehadiran sosial media pada awal-awal kedatanganya selalu dipuja-puja yang diharapkan membawa kebaikan untuk umat manusia.

Dengan sosial media, komunikasi antara teman, keluarga, mitra bisnis dan lainya bisa lebih mudah dan cepat.

Melalui sosial media itu juga banyak media online mengeruk pundi-pundi keuntungan dari iklan dan sponsor yang menyukai kontent mereka.

Itu semua adalah sisi positif sosial media yang memang benar adanya,

Namun di balik nilai-nilai positif yang ada, bermunculan ancaman yang menurut saya ini sangat nyata dan teramat sangat berbahaya.

Ya! sangat berbahaya!

Lihatlah fakta di sosial media sekarang ini, dimana informasi apapun bisa dijadikan alat untuk bisa memecah-belah umat dan antar sesama anak bangsa.

Tidak melihat pendidikan, status soial, maupun jabatan, semuanya bisa terjebak pada situasi saling mudah mencaci-maki, menghina, bahkan saling fitnah sesama anak bangsa.

Kita sangat begitu mudah melihat, bagaimana dari satu informasi, maka sudah cukup untuk mengadu domba banyak kelompok. Mulai memecah belah antar politikus, antara antar sesama tokoh bangsa, hingga diikuti oleh para pengikut setianya yang semakin menambah memperkeruh suasana.

Kondisi itu disempurnakan lagi oleh adanya pihak-pihak media, yang hanya kejar rating dan untung saja. Sehingga begitu bersemangat untuk menjadikan pemberitaan-pemberitaan yang bisa memecahbelah anak bangsa itu selau diupdate dan menjadikan headline di halaman utama media mereka.

Dari pemberitaan-pemberitaan “provokaif” itulah kemudian langsung disambut hangat oleh para netizen yang mengambil pemberitaan berdasarkan “minat” dan keuntungan mereka dan kelompok mereka saja.

Jika ada pemberitaan yang bisa menjelekan dan menghancurkan tokoh yang dibencinya, maka mereka dengan secara masif menyebarkanya melalui sosial media.

Sialnya lagi, hampir beberapa media tersebut pandai mengambil “peluang emas” tersebut, dengan selalu menyediakan dua kontent yang disukai oleh masing-masing kubu yang berseteru, begitu seterusnya.

Yang terjadi tentunya di sosial media terus berseteru dan tak kenal rasa lelah untuk terus saling hujat antar kelompok.

Kreatifnya lagi, selalu ada cara untuk memunculkan celah dan cara bagaimana supaya ketika isu yang A, sudah redup, maka dimunculkan lagi isu B, isu C, isu D, dan seterusnya.

Lebih gilanya lagi, netizen seolah tanpa sadar juga tetap tak sadar juga jika mereka hanya dijadikan “alat” untuk memudahkan tujuan para penghancur bangsa ini agar kita sesama anak bangsa terus berkelahi di sosial media.

Melihat kondisi ini, yang membuat saya tak habis fikir adalah, mereka para pejabat-pejabat negara dan juga yang katanya mengaku sebagai tokoh bangsa, negarawan, maupun tokoh agama justru IKUT menjadi bagian yang terlihat SANGAT SUKA kalau ada yang saling hujat dan menghina.

Negeri ini katanya memiliki Bhineka Tunggal Ika, negeri ini katanya juga punya budaya moral dan jiwa persatuan yang tinggi. Namun saat terjadi sedikit polemik. semuanya seolah menjadi sumbu api yang siap membakar semuanya.

Bukankah jika kalian memang selalu menyerukan ingin berperan perbaiki nasib banga, kenapa kalian tidak menjadi bagian dari yang mendamaikan?

Saat netizen dan di sosial media sedang ribut dengan kasus A, B, dan seterusnya, seharusnya kalian-kalian yang mengaku orang-orang besar, harusnya berkumpul dalam satu meja, duduk bersama, untuk mencari solusinya bersama-sama.

Bukan justru malah NONGOL dan NARSIS di depan media untuk menyulut bara api yang sudah pasti akan disebarkan oleh pengikut setia anda.

Kapan kalian akan berfikir bahwa saat kondisi negara sedang ada kekacauan, seharusnya kalian sebagai tokoh dan pengendali masa untuk supaya mendinginkan dan mendamaikan suasana, demi kebaikan dan kemajuan bangsa!

Jika penguasa saat ini ada yang salah dalam pekerjaanya, jangan hanya dibully dan dihina, tapi justru berikan masukan dan dorongan jika perlu berikan solusi untuk memecahkan masalahnya.

Jika selama ini kalian hanya berfikir bahwa untuk membangun negara hanya dengan cara berkuasa saja, maka itu artinya anda merendahkan perjuangan ratusan juta anak bangsa yang selama ini berjuang dari luar kekuasaan yang ada!

Melalui tulisan ini, untuk kesekian kalinya, saya meminta kepada netizen dan para penghasut di sosial media, termasuk media-media nasional dimanapun berada.

Saat anda tahu karakter netizen dan politikus di negeri ini masih begitu mudah terprovokasi dan diadu domba dengan isu di pemberitaan anda, mohon buatlah pemberitaan yang lebih baik demi kemajuan bangsa.

Saya sadar, kalian memang ingin mencari untung dengan pemberitaan-pemberitaan yang kontroversial. Namun saya ingatkan, saat negara kita kacau balau akibat pemberitaan yanga anda ciptakan, maka niscaya saat itu barulah kita sadar bahwa kita akan RUGI SEMUANYA dan negara lainlah yang akan BERPESTA pora atas kehancuran negara kita!


TAGS sosial / politik / teknologi / internet / netizen /

Comment

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda