Habib Rizieq Tersangka dan Kasus Foto Syur: Fakta Hukum atau Rekayasa?

31 Jan 2017 - 09:37 WIB

Saat saya menuliskan judul diatas, saya sadar ini pasti bisa memunculkan kontroversi diantara pembaca.

Namun melalui tulisan ini juga saya mengajak supaya pembaca dalam membaca tulisan ini mohon jangan hanya judulnya saja melainkan fahami juga isinya.

Dalam tulisan ini, saya mungkin hanya ingin fokus Penetapan Habib Rizieq menjadi tersangka dalam kasus terkait penghinaan terhadap pancasila, dan sedikit mengaitkan dengan kasus foto-foto syur dan juga video yang beredar.

Agar anda juga tahu proses demi prosesnya dalam kasus ini, berikut ini saya lampirkan beberapa pemberitaan yang menyebutkan proses bagaimana Habib Rizieq bia jadi tersangka kasus penodaan pancasila.

Rizieq dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ketua Umum Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri. Dia memperkarakan ceramah Rizieq dalam sebuah tablig akbar yang dia nilai telah menghina Pancasila.

Sukmawati melaporkan Rizieq ke Bareskrim Polri di gedung KKP Bahari II, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016). Saat itu dia mengatakan Rizieq juga telah menghina kehormatan presiden pertama Republik Indonesia Ir Sukarno.

“Saya datang sebagai Ketua Umum PNI Marhaenisme melaporkan Habib Rizieq, Ketua FPI, perihal penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan martabat Ir Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Republik Indonesia,” katanya kala itu.

Sukmawati menyatakan yang dia permasalahkan adalah ucapan Rizieq yang menyatakan ‘Pancasila Sukarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala’.

“Saya sebagai anak (Sukarno) marah sekali, tersinggung, karena kata-katanya sangat tidak santun, tidak hormat sebagai pimpinan ormas FPI,” ungkap putri keempat pasangan Ir Sukarno-Fatmawati itu. [sumber: detik.com]

Dari laporan Sukmawati tersebut, kemudian pihak kepolisian menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan kemudian menetapkan Rizieq jadi tersangka.

Usai penetapan Rizieq Shihab sebagai tersangka, para pendukung setianya sudah pasti akan mendukung dan membela mati-matian pemimpinya. Hal itu tentunya sangatlah wajar.

Namun masalah bisa saja muncul jika ada beberapa orang yang meyakini bahwa penetapan Habib Rizieq ini adalah sebuah rekayasa.

Dugaan adanya rekayasa dan kriminalisasi ini diperkuat dengan beredarnya video yang disertai gambar-gambar syur antara obrolan Habieb Rizieq dengan wanita yang diduga Firza.

gambar: detik.comSaya tidak perlu memunculkan link berita atas ini, karena takutnya nanti dikira ikut menyebarkan video tersebut dan bisa terkena UU ITE. Jika anda penasaran, anda bisa googling sendiri.

Adanya kasus ini juga, banyak pihak yang kemudian meyakini jika kasus demi kasus yang dialami Habieb Rizieq ini semuanya dianggap sebagai kriminalisasi.

Bahkan beberapa tokoh juga sudah mulai ada yang berkomentar yang kalau kita jeli, ada kesan pernyataanya memang seolah menyindir kasus ini.

Salah satu pernyatan yang saya maksudkan misalnya pernyataan Hidayat Nurwakhid yang mengatakan dalam pemberitaan online, “Kriminalisasi Ulama Bisa Menimbulkan Kemarahan Umat”.

Sikap

Atas kasus ini, saya sendiri sebagai seorang muslim juga seorang netizen memberikan beberapa argumen.

Dalam era internet yang begitu bebas sekarang ini, terkadang dibutuhkan keahlian dan sikap yang tegas dalam menyikapi sebuah kasus.

Dalam hal kasus Habieb Rizieq ini misalnya, dalam kasus ditetapkanya tersangka atas kasus penghinaan Pancasila, saran saya, Habieb Rizieq HARUS berani buktikan bahwa dirinya adalah benar, itupun jika memang dia benar.

Caranya, Habieb Rizieq harus ungkap fakta yang ada. Bahkan dirinya juga memiliki hak untuk melakukan Pra peradilankan kasus tersebut.

Demikian juga terkait dengan kasus video dan foto-foto syur Firza yang harus melibatkan namanya dalam kasus yang sekarang sedang beredar di sosial media.

Habieb Rizieq harus klarifikasi dan buktikan bahwa foto-foto serta suara rekaman yang beredar itu hanyalah fitnah.

Buat para pendukung yang pro maupun dengan yang kontra dengan Habieb Rizieq semuanya juga harus menyikapi kasus ini dengan menunjukan FAKTA-FAKTA yang ada. Jika memang tidak tahu, mohon jangan asal bicara.

Ingatlah bahwa yang membedakan antara manusia dan binatang adalah pada Akal dan Pikiran serta akhlaq kita sebagai manusia. Jadi saya berharap dalam menyikapi kasus seperti ini bukan hanya asal bicara tanpa disertai fakta dan data.


TAGS Hukum / Sosial / Politik / Habieb Rizieq /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.