Untuk Orang Tua, Anda Yakin Anak Anda Tidak Sedang Bolos Sekolah?

30 Jan 2017 - 12:49 WIB

Belum ada lima bulan ini saya tinggal di dekat sebuah Mall, jadi terkadang saya mencari makan atau sekedar ngopi di sekitaran Mall tersebut.

Tadi pagi sekitar pukul 09.12 w.i.b, saat saya sedang asyik ngopi di salah satu warung samping Mall, saya melihat ada 3 anak pelajar yang begitu asyik nongkrong.

Awalnya saya pikir mereka mungkin memang sudah pulang, tapi ternyata dari obrolan mereka, ternyata mereka bertiga memang bolos sekolah.

Salah satu alasan yang saya dengar, satu diantaranya bolos sekolah karena malas sekolah yang cuma dikasih uang jajanya Rp 10 ribu. Kalau dua pelajar lain saya tidak tahu alasanya.

Saya awalnya mau mencoba ngobrol dengan pelajar tersebut, namun oleh pemilik warung, si pelajar tersebut juga sudah mendapatkan peringatan, tapi reaksi ketiga pelajar tersebut tetap cuek dan asyik ngobrol dan asyik MEROKOK.

Padahal pemilik warungnya sudah nasihatin begini, “Kalian itu itu kok tega-teganya bolos? gak kasihan sama orang tua kalian yang sudah sekolahin dengan biaya mahal?”

Para pelajar tersebut malah cuma jawab, “biarin pak, males!”

Gara-gara lihat anak-anak sekolah ini bolos, saya juga jadi teringat dengan perilaku anak bolos yang menurut saya jauh lebih parah.

Saat saya masih mahasiswa dahulu, saya kebetulan tinggal di kost yang satu kost itu dihuni 6 kamar. Salah satu kamar ditempati oleh teman saya dan adiknya yang masih pelajar kelas 2 SLTA.

Saat itu laptop saya hilang, dan saya curiga jika si anak SMA itu yang mencuri karena satu-satunya orang sebelum kejadian, yang ada di dalam kost hanya si anak SMA tersebut. Karena saat kejadian saya dan teman-teman saya termasuk kakak anak SMA itu sedang berkumpul di samping kost.

Saya baru sadar laptop saya hilang di pagi hari saat mau berangkat bekerja. Saat itu juga saya langsung curiga kepada perilaku anak SMA adik teman saya tersebut.

Pertimbanganya karena pada malam hari itu hanya anak SMA itu yang ada di kost. Kedua, teman satu kamar saya adalah tetangga rumah si anak SMA tersebut, dan bilang jika anak SMA itu dikeluarkan dari sekolah karena kasus pencurian.

Saya kemudian pura-pura tanya ke kakak si anak SMA tersebut yang juga teman saya, Maaf bro, adikmu dimana?, dia jawab, “Lagi sekolah lah!”.

Karena aku curiga, saya coba langsung telpon ke sekolah si anak SMA tersebut dan menanyakan apakah si anak SMA yang saya maksud benar-benar masuk sekolah?

Ternyata jawaban pihak guru dan wali kelasnya bilang jika dia tidak masuk sekolah. Akhirnya saya ajak teman saya ke sekolah adiknya agar dengar sendiri dari pihak guru sekolahnya.

Sampai lokasi sekolahnya, ternyata diknya benar-benar tidak masuk. Saat itu juga teman saya ini langsung telpon adiknya dan bertanya sekarang dia lagi dimana, dalam telpon saya dengar adiknya bilang kalau dia lagi di sekolah. Teman saya bilang langsung marah-marah dan bilang kalau dia sekarang juga sedang di sekolahnya. Telponpun langsung ditutup dan hp dimatikan oleh adiknya.

Singkat cerita, setelah di paksa mengaku, si anak sekolah ini tetap tidak mengaku hingga berbulan-bulan.

Hingga akhirnya di kost saya ada yang kehilangan motor, dan si anak SMA itu tidak ada. Singkat cerita juga, akhirnya diketahui dan ditangkaplah jika pencuri motor itu ternyata si anak SMA adik saya. 

Karena sudah ditangkap polisi, akhirnya si anak SMA itu juga mengakui juga jika dirinya jugalah yang mencuri laptop saya. Karena perbuatanya, si anak tersebut harus meringkuk di penjara, walaupun saya dan teman saya sudah memafkan.

Dari cerita diatas, saya hanya berpesan kepada para orang tua, saat ini pergaulan begitu bebasnya. Tidak ada yang menjamin, jika anak anda baik di rumah, baikpula perilaku anak anda saat di luar rumah anda.

Selalu awasi dan kontrol anak anda agar supaya saat di luar rumah, mereka juga tetap jadi pribadi anak yang baik dan tidak sedang membohongi anda sebagai orang tuanya.


TAGS Pendidikan /

Comment

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda