Banyak Jalan Rusak Berlubang Membahayakan, Bisakah Rakyat Menuntut?

30 Jan 2017 - 11:37 WIB

Sudah hampir satu bulan yang lalu saya tidak pulang kampung. Saat liburan tahun baru imlek kemarin, saya kebetulan ada kerjaan di salah satu kampus di kota kelahiran saya.

Dari yogyakarta saya melakukan perjalanan menuju Kebumen melalui jalur selatan-selatan (Jalan Daendels), dari Wates hingga daerah kecamatan Ambal Kebumen kemudian belok kanan untuk menuju Kutowinangun.

Alasan saya melalui jalur selatan-selatan (Jalan Daendels) karena jalanya masih sangat bagus, khususnya dari wilayah Wates hingga wilayah pesisir purworejo. Namun memasuki wilayah Ambal, kemudian saat akan melanjutkan ke arah Kutowinangun, di banyak titik ada kerusakan jalan yang cukup parah.

Beberapa kerusakan ada yang hanya berlobang biasa, besar, bahkan ada yang sampai hancur gak karuan.

Stidaknya saat perjalanan pulang tersebut saya tidak terlalu berbahaya karena saya melakukan eprjalanan di pagi hari. Jadinya saya bisa melihat dengan jelas saat ada lobang selama perjalanan.

Namun saat saya melakukan perjalanan kembali dari Kebumen menuju Yogyakarta pada tadi malam [Minggu malam Senin 29/1/2017], Saya benar-benar dibuat emosi dan gregetan saat melakukan perjalanan.

Hal tersebut dikarenakan sepanjang perjalanan dari arah keluar batas kota Kebumen hingga perbatasan Purworejo dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, berkali-kali kendaraan saya harus masuk lobang.

Sayangnya cuaca hujan dan juga gerimis jadi saya tidak sempat ambil gambar atau video.

Gara-gara itu juga pelek motor saya sampai bengkok dan sedikit ada yang sudah muncul garis retak. Sadar karena banyak sekali lobang selama perjalanan, kecepatan saya selalu di bawah 60 km/jam.

Saya masih bersyukur karena hanya motor saya saja yang jadi korban, karena tentunya yang lain banyak sekali yang karena banyaknya lobang, mereka harus kehilangan nyawa mereka sia-sia.

Bahkan saya mencoba mencari tahu pemberitaan yang meninggal karena akibat adanya lobang di jalan, ternyata saya menemukan berita yang masih baru [26/1/2017] dan itu lokasinya masih di satu kabupaten dengan saya yaitu di Kabupaten Kebumen.

Korban meninggal akibat menghindari jalan berlobang di kebumen - gambar: sorot kebumenDari penelusuran saya di berbagai pemberitaan, masyarakat di banyak daerah ternyata mengalami dan merasakan apa yang saya tulis ini. Namun pada kenyataanya tetap saja yang namanya jalan berlobang dan rusak seolah jadi momok yang selalu saja muncul terus menerus.

Terkait pertanyaan saya di judul tulisan ini, saya mendapatkan jawaban melalui sumber disini. Namun tetap saja, walaupun pihak pengelola jalan raya juga seharusnya ikut bertanggungjawab, toh pada fakta dan kenyataanya kita sebagai masyarakat tidak bisa berbuat banyak.

Solusi

Satu-satunya cara kita agar tidak jadi korban kecelakaan akibat jalan rusak dan berlobang, maka hanya kehati-hatian kita saja. 

Seperti yang saya alami sendiri, karena sudah tahu kondisi jalan banyak berlobang dan rusak selama perjalanan, saya harus berhati-hati selama perjalanan. Jangan terlalu cepat, dan saat kita berada di belakang kendaraan [bus, mobi;l, truk, dan sejenisnya] maka kita harus jaga jarak aman. 

Jangan terlalu dekat di belakang kendaraan tersebut, karena jika terlalu dekat dan di depan ada lobang, maka kita akan kesulitan menghindar saat ada lobang di depan.

Solusi lainya, jangan melakukan perjalanan di malam hari. Karena tadi malam saya mendesak, jadinya mau tidak mau saya memang harus melakukan perjalanan malam hari itu juga.

Salah satu solusi lain yang ini menurut saya perlu diapresiasi adalah apa yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta [DIY]. Mohon maaf jika saya salah menyebut, yang pasti saya melihat, selama saya di Yogyakarta, sepanjang jalan-jalan utamanya, pasti selalu saya lihat selalu MULUS.

Bahkan saya terkagum-kagum karena di beberapa lokasi jalan di wilayah DIY, jalanan saya lihat masih bagus [belum ada lobang] hanya beebrapa titik bergelombang] tapi kemudian sudah dikeruk aspalnya dan diganti dengan yang baru. 

Saya pikir daerah lain perlu mencontoh hal tersebut karena hal itu memang yang seharusnya dilakukan pihak berwenang untuk terus memastikan jalan raya tetap bagus dan aman untuk dilewati pengguna jalan.

Jangan sampai rakyat DIPAKSA Bayar pajak, tapi hanya urus jalan saja dari dahulu masih saja tak becus hingga harus memunculkan banyak korban. Jika sudah seperti ini, jangan salahkan jika masyarakat jadi MALAS bayar pajak.

Bukankah jika dimana-mana jalanan sudah bagus, maka rakyat juga tidak akan malas untuk bayar pajak.

Dan jika jalanan sudah bagus, maka kewajiban masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berkendara di jalan.

Semoga saja kedepan pihak-pihak yang memang memiliki KEWAJIBAN untuk mengelola jalan, segera perbaiki jalan jika sudah rusak apalagi berlobang. Jangan sampai menunggu korban meninggal baru ada perbaikan.

Salam ASPAL!


TAGS Hukum / Sosial / Jalan Rusak /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda