Patrialis Akbar, Sang Wakil Tuhan yang Jadi Tersangka Korupsi KPK

27 Jan 2017 - 08:45 WIB

Patrialis Akbar, Sang “Wakil Tuhan” yang Jadi Tersangka Korupsi KPK!

Untuk kesekian kalinya mereka yang mendapatkan gelar sebagai “wakil Tuhan” untuk menegakan keadilan jadi tersangka KPK. Baru-baru ini sang Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi Indonesia, Patrilis Akbar tertangkap Operasi Tangkap Tangan [OTT] yang dilakukan oleh KPK.

Namun bagi saya, kabar seperti ini sama-sekali tidak membuat saya terkejut apalagi harus terbelalak. Alasanya sudah saya jelaskan pada tulisan saya di tahun 2013 yang lalu saat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Muchtar terjerat kasus yang sama.

Saat itu dalam tulisan saya menyebutkan bahwa, Korupsi di Indonesia Akan Terus Tumbuh Subur karena beberapa alasan diantaranya,

  1. Korupsi di Indonesia “Diajarkan” (secara tidak sengaja/Sengaja) sejak Dini dari Keluarga, Sekolah, dan Lingkungan. [Baca penjelasan lengkapnya disini]
  2. Niat Korupsi dan Kesempatan Korupsi Terbuka Lebar
  3. Hukuman untuk Koruptor TERAMATSANGAT RINGAN!
  4. Nikmatnya Fasilitas di Dalam Penjara Sel Koruptor
  5. Bonus Remisi untuk Koruptor
  6. Koruptor tetap Dipuji dan didukung PENGIKUT setianya

Dan menurt saya, keenam alasan tersebut diatas saat ini masih begitu mudah kita temukan di negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia!.

Akibatnya, selama itupula TIDAK ADA ALASAN para koruptor untuk TAKUT melakukan [merencanakan] KORUPSI sehingga mereka akan terus dan terus menerus TETAP BERANI KORUPSI!

Terkait dengan kasus yang menimpa Patrialis Akbar sendiri, saya tetap menghargai yang namanya praduga tak bersalah.

Namun kalau saya fahami, ada beberapa hal yang memang saya ketahui dari beberapa pemberitaan terkait kasus yang menimpa Patrialis Akbar.

Patrialis Akbar, sang wakil Tuhan yang ditangkap KPK - gambar: detik.com

Pertama, Patrialis Akbar langsung berani bersumpah atas nama Tuhan jika dirinya tidak melakukan korupsi.

Demi Allah saya betul-betul dizalimi. Nanti kalian bisa tanya sama Basuki. bicara uang saja saya nggak pernah. Sekarang saya jadi tersangka. Bagi saya ini adalah ujian, ujian yang sangat berat,” jelasnya. |sumber: detik.com

Kalau yang ini hampir semua koruptor di Indonesia melakukan pernyataan yang sama saat tertangkap KPK.

Kedua, berdasarkan pengakuan tersangka dugaan suap terkait uji materil UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Basuki Hariman. Dirinya memang tidak menyerahkan uang sama sekali kepada Patrialis Akbar.

Basuki Hariman mengaku jika dirinya tidak pernah memberikan uang kepada Patrialis Akbar, melainkan memberikan uang total USD30 ribu, kepada Kamaludin. Kamaludin sendiri diakui oleh Basuki Hariman sebagai teman dia yang dekat dengan Patrialis Akbar.

“Dua kali yang ketiga belum terjadi. Yang SGD 200 ribu masih sama saya. Yang dua kali itu USD 10 ribu dan USD 20 ribu. Yang SGD 200 ribu itu masih sama saya, mau diambil penyidik,” ungkap Basuki. |sumber: detik.com

Ketiga, Berdasarkan pengakuan KPK, disebutkan bahwa,

KPK mengamankan uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu dari tangan Patrialis Akbar. Selain itu, KPK menyita dokumen pembukuan perusahaan, catatan-catatan dan aspek lain yang relevan dengan perkara, voucher pembelian mata uang asing, dan draf putusan perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 yang merupakan nomor perkara uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014. |sumber: detik.com

Dari fakta-fakta tersebut diatas, tentunya pembuktianya tinggal menunggu proses hukum selanjutnya.

Buat para pejabat negara yang saat ini sudah berhasil korupsi dengan aman dan merasa tidak ketahuan, mungkin anda bisa tertawa bahagia dibibir, tapi yakinlah di hati anda [jika anda percaya adanya Tuhan yang maha melihat], saya yakin hidupmu pastilah takan pernah tenang.

Untuk anda para pejabat negara termasuk para hakim yang merupakan wakil Tuhan untuk menegakan keadilan, jangan pernah coba-coba untuk melakukan [merencanakan] korupsi. Ingatlah bahwa anda hidup di dunia ini tidak untuk selamanya. Sadarlah!

Dan sebagai seorang yang memang selalu ikut menghidupi negara yang selalu bayar pajak dalam berbagai aktivitas di negeri ini, maka saya lagi-lagi hanya ingin mengutuk atas kasus ini.

Saya juga berharap dan berpesan kepada pembaca, setidaknya marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita agar jangan sampai terjebak pada kebiasaan buruk bernama korupsi.

Dimulai dari kita sendiri, kepada anak-anak kita dan saudara juga teman-teman terdekat kita agar jangan sampai mengambil satu rupiahpun yang bukan HAK kita.

Yakinlah, sebanyak apapun uang hasil HARAM, saya berani pastikan itu tidak akan pernah membuat kita hidup dengan bahagia dan tenang!


TAGS Patrialis Akbar / Sosial / Politik / Hukum /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda