Orang-orang Narsis dan Kontribusinya Membangun Daerah dan Wisata!

27 Jan 2017 - 10:18 WIB

Saat anda mendengar perilaku netizen yang kalian anggap suka narsis, apa yang ada di benak anda tentang mereka?

Sebagian mungkin akan beranggapan mereka itu hanyalah anak-anak alay yang sukanya narsis, foto, lalu diupload ke akun instagram, facebook, dan jejaring sosial lainya.

Namun tahu dan sadarkan anda, bahwa ternyata, menurut pengamatan saya, orang-orang yang suka narsis tersebut, tidak selamanya dianggap negatif.

Saya mencoba mengamati dan kemudian mengaitkan antara perilaku orang-orang yang suka narsis dengan perubahan dan perkembangan pembangunan di daerah-daerah dan juga lokasi wisata.

Namun perlu dicatat, karena saya ini hanyalah seorang bloger juga traveler, pengamatan saya ini hanya sebatas pengamatan saya sekaligus sebatas hipotesa saya. Jika anda ingin hasil penelitian ilmiah, silahkan anda para mahasiswa ataupun dosen dan peneliti untuk mencoba membuat penelitian lebih ilmiah lagi.

Lanjuuut….

Alasan saya memiliki pemikiran tersebut sebenarnya cukup sederhana.

Berawal dari banyaknya sebuah fakta bahwa, semakin suatu lokasi wisata ataupun suatu daerah, yang sering difoto dalam bentuk gambar dan direkam dalam video kemudian di share oleh para orang-orang yang kita anggap suka narsis tersebut, maka secara otomatis akan menjadikan lokasi wisata atau daerah tersebut semakin terkenal.

Saya ambilkan contoh misalnya, saat saya menyebutkan kata Malioboro, hal itu bisa terkenal namanya dan terus terjaga kepopuleranya, hal itu slaah satunya akibat adanya peran orang-orang narsis yang selalu datang silih berganti ke Malioboro yang kemudian mereka share foto-foto narsis mereka ke berbagai akun media sosial mereka.

Anda bisa membayangkan, jika mereka yang datang ke Malioboro di Yogyakarta sama sekali tidak ada orang yang narsis dan berfoto di Malioboro, mungkin nama Malioboro bisa “mati” secara perlahan dan tidak akan terkenal lagi.

Tapi coba anda lihat di twitter, instagram, facebook, dan media sosial lainya, kemudian anda lihat dengan kata #Malioboro, anda akan menemukan orang-orang narsis yang secara update di setiap hari, bahkan hitungan menit akan selalu memenuhi media sosial.

Tanpa ada orang-orang narsis, Malioboro bisa semakin tak terkenal :-)

Hal yang sama silahkan anda cek sendiri dengan hastag lokasi wisata atau nama daerah anda. Jika semakin banyak orang-orang narsis upload foto dan video dengan hastag lokasi wisata dan daerah, maka secara otomatis lokasi tersebut akan jadi lokasi wisata dan daerah yang semakin dikenal oleh masyarakat secara luas.

Dengan melihat fenomena anak-anak narsis ini juga yang membuat saya menilai ikut mempengaruhi suatu pejabat daerah tertentu agar terus memperbaiki daerah kota mereka.

Maksud saya begini, 

Misalnya ada daerah/kota/kabupaten ataupun lokasi wisata, yang kondisi lokasinya tersebut jelek, jorok, kumuh, saya pastikan daerah tersebut atau lokasi wisata tersebut tidak akan jadi target tempat narsis.

Akibatnya, daerah atau lokasi wisata tersebut jangan harap bisa terkenal dan viral di sosial media. Yang terjadi justru akan di foto tapi bukan untuk dijadikan tempat narsis melainkan bisa jadi sasaran bully karena lokasi wisata atau daerahnya sangatlah jelek.

Jika itu terus berlangsung, masa sih pejabat daerah atau pengelola wisata tersebut TIDAK MALU dan akan MEMBIARKAN daerah dan lokasi wisatanya terus dicap sebagai daerah atau lokasi wisata yang jelek?

Akibatnya, mau tidak mau, mereka pasti akan berjuang habis-habisan agar daerah atau lokasi wisata mereka dikelola dengan baik sehingga semakin banyak daerah atau lokasi wisata terus mempercantik diri.

Maka jangan heran sekarang ini banyak daerah-daerah dan lokasi wisata pasti berlomba-lomba menyediakan spot-spot atau ikon yang menarik untuk dijadikan tempat narsis.

Tujuanya apa?

Supaya semakin banyak orang datang ke daerah atau lokasi wisata tersebut untuk narsis dan kemudian menyebarkan foto-foto narsis mereka ke internet, hingga akhirnya daerah atau lokasi wisata tersebut menjadi terkenal.

Jadi, mulai sekarang jangan anggap remeh atau kadang merasa risih atas perilaku orang-orang yang suka narsis ya?

Karena berkat kenarsisan mereka, nama suatu daerah ataupun lokasi wisata jadi terkenal dan banyak dikunjungi, yang itu artinya perekonomian dan pendapatan daerah tersebut terus berkembang!

walau jarang banget narsis, khusus tulisan ini saya numpang narsis ya hehe...

Selamat bernarsis ria ya! :-)


TAGS Narsis / Traveling / wisata / Teknologi / Internet / Sosial Media /

Comment

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda