Surat Terbuka untuk Para Pemilik Anjing

16 Jan 2017 - 08:04 WIB

Saya termasuk orang yang sangat suka saat melihat tayangan-tayangan aksi-aksi mengagumkan dan kelucuan dari hewan bernama Anjing di Youtube.

Beberapa kali juga sempat menyaksikan hal yang serupa saat melihat komunitas pencinta anjing berkumpul menunjukan aksi-aksi luar biasa dari hewan yang satu ini saat ada Car Free Day berlangsung.

Namun pada tadi malam [15/1/2017], di salah satu gang dekat tempat tinggal baru saya, sepulang dari membeli nasi goreng dan ayam bakar, saya dikejutkan dengan seekor anjing yang tiba-tiba keluar dari rumah langsung hampir menggigit saya.

Saat itu suasana hujan, saya berjalan kaki menggunakan payung, secara spontan anjing tersebut saya halangi pakai payung sehingga tidak jadi menggigit saya. Payung sayapun saya gerak-gerakan ke arah anjing tersebut supaya itu anjing mau masuk ke rumah tersebut.

Namun ternyata, anjing tersebut tetap saja mengonggong dan seolah-olah mau tetap menggigit saya. Kemudian saya coba untuk berjalan agak menyamping ke kanan tapi tetap saja anjing tersebut tetap menghalangi jalan saya.

Awalnya, jujur saja saya agak terpancing emosi dan ingin saya tendang mulut si anjing. Tapi saya agak trauma karena dulu saat saya tugas kerja di kepulauan terluar Indonesia. Saya juga pernah di hadang anjing liar yang memang banyak di kampung tersebut. Saat itu saya tidak berfikir panjang, saya tendang saja tuh mulutnya, sontak saja si anjing langsung tersungkur dan saya pikir mati.

Soalnya saat itu saya menggunakan sepatu yang ujung sepatunya ada dilapisi besi/logam. Saya agak panik dan merasa bersalah juga sama itu anjing, rasanya kasihan gitu. Tapi kemudian ada warga lokal yang kemudian lewat dan bilang tidak apa-apa, itu anjingnya paling pingsan dan kaget gitu saat ditendang. Benar saja, setelah saya lihat beberapa saat tuh anjing bisa berdiri lagi dan terus lari ke arah perkebunan warga.

Nah, bedanya dengan kejadian tadi malam, pertama saya memang trauma dan kasihan saja jika saya harus tendang itu mulut anjing yang masih terus menggonggong. Kedua, saya lihat itu anjing sepertinya anjing mahal, kalau misalnya saya tendang itu mulut anjing, bisa-bisa saya dituntut ganti rugi sama pemiliknya.

Saya sendiri sudah coba panggil-panggil pemilik rumah, tapi sepertinya karena sedang hujan, jadi mereka tidak dengar. Tapi seharusnya mereka dengar dong suara anjing mereka.

Akhirnya karena memang itu anjing tidak mau ngalah berikan saya jalan, akhirnya saya mengalah untuk balik untuk memutar lewat gang sebelahnya.

Begitu saya memutuskan untuk putar balik, ternyata itu anjing kok masih tetap membuntuti saya. Tapi saya rasakan dan saya lihat itu anjing tidak menunjukan gelagat seperti akan mengigit saya lagi.

Beberapa langkah saya berjalan tinggalkan itu anjing, ada warga yang pakai motor melihat kejadian ini kemudian bertanya ke saya, “Ada apa mas, anjingnya mau ngejar ya mas?”, Saya bilang dan ceritakan kejadian diatas, kemudian itu warga terus bilang, Itu mas bawa apa? Ada dagingnya tidak?, Saya jawab, “iya, ini baru beli ayam bakar sama nasi goreng”.

Orang tersebut terus bilang, oia, kalau anjing disitu memang terkenal begitu mas, kalau ada orang lewat bawa daging, sering tuh dikejar-kejar gitu. Kalau menurut dia sih katanya yang punya anjing itu suka telat kasih makan anjingnya. Katanya udah jadi rahasia umum di komplek itu.

Saya: “Owalah!”

ilustrasi: gambarterbaru.com

Nah, maksud surat terbuka saya ini untuk para pemilik anjing,

Pertama, jika anda sudah memutuskan untuk memelihara anjing, anda seharusnya memberikan hak makan anjing anda yang teratur dan pastikan anjing anda tidak pernah kelaparan.

Kedua, jika anda tergolong orang yang pelit untuk memberi hak makan anjing anda, saya sarankan berhentilah pelihara anjing, karena saat anjing anda kelaparan, bisa membahayakan orang lain.

Ketiga, jika anda punya anjing di rumah, pastikan pintu rumah pagar anda ditutup, jika anda malas menutup pintu pagar rumah anda, sebaiknya ikat itu anjing anda. Karena kejadian yang saya alami semalam tidak akan terjadi jika pintu pagar rumah anda ditutup, atau anjingnya diikat.

Keempat, jangan anda berfikir jika semua orang suka anjing seperti anda sehingga anda suruh orang lain supaya tidak perlu takut dengan anjing anda!

Anda bisa membayangkan jika yang mengalami hal diatas itu anak kecil yang sedang membawa sosis atau daging disuruh bawa belanja ibunya? :-)

Demikian surat ini saya tunjukan kepada para pemilik anjing yang budiman dimanapun anda berada :-) 


TAGS Sosial /

Comment

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda