Inilah Akibat Netizen Acuh Biarkan Hoax dan Fitnah Kuasai Sosial Media

9 Jan 2017 - 09:03 WIB

Tentunya nasihat orang tua kepada anaknya pasti selalu berharap memiliki anak yang dalam hidupnya selalu melakukan kebaikan.

Sebailknya, orang tua kita juga pasti selalu setuju dan berpesan supaya jangan sampai memiliki anak yang justru jadi sumber masalah, menyebarkan keburukan, sebar fitnah, dan hal buruk sejenis lainya.

Anda bisa membayangkan, jika setiap orang tua memiliki keinginan yang sama seperti itu, artinya jika kita bicara secara luas bisa disimpulkan bahwa setiap kita sebenarnya pasti menginginkan hal yang baik untuk kita.

Bahkan mereka yang setiap hari sedang sibuk menyebarkan kebencian, menyebarkan fitnah, dan menyebarkan keburukan lainya di internet, saya pastikan jika dirinya ditanya pasti dirinya tidak ingin menerima fitnah dan keburukan sebagaimana yang dia lakukan.

Anda mungkin akan bilang itu aneh, tapi faktanya memang demikian.

Banyaknya informasi hoax, fitnah dan berbagai informasi negatif yang banyak tersebar di internet, hal itu bukan semata-mata 100% kesalahan dari mereka yang menyebarkan keburukan di internet.

tentunya ada banyak faktor dan penyebab dari banyaknya informasi hoax maupun informasi negatif yang muncul dan tersebar di internet. Salah satunya menurut saya karena hal tersebut tidak diimbangi oleh orang-orang baik yang seharusnya juga harus aktif menyebarkan ‘virus-virus kebaikan” melalui internet.

Saya Ibaratkan begini,

Jika ada 10 orang yang tidak baik menyebarkan informasi hoax dan fitnah di internet, kemudian 10 orang-orang baik tidak ikut membantu SHARE dan mengkalarifikasi dan membenarkan atas informasi hoax dan fitnah tersebut, maka itu artinya 10 informasi hoax dan fitnah yang disebarkan oleh orang-orang baik akan terkesan [dianggap] sesuatu yang benar [bukan hoax dan bukan fitnah].

Saya harap anda memahami maksud saya atas penjelasan diatas.

Dan menurut saya, seperti itulah yang sepertinya kini terjadi di internet khususnya di sosial media kita. Dimana informasi hoax dan fitnah yang tidak benar menjadi terkesan menjadi informasi yang benar bahkan dishare dan dilike di berbagai sosial media.

Untuk mengatasi kondisi ini, maka diperlukan kepedulian orang-orang [netizen] yang mengaku orang baik, agar ikut aktif juga terlibat untuk menyebarkan berjuta kebaikan melalui internet [sosial media].

Tujuanya tentu supaya orang-orang [netizen] yang baik, mampu MENDOMINASI penyebaran informasi-informasi yang positif beredar di internet [sosial media].

Jika hal tersebut mampu dilakukan, maka masyarakat luas akan mampu menerima dan lebih membedakan mana informasi hoax dan mana yang bukan hoax.

Namun sayangnya, harapan tersebut masih dianggap jauh dari ahrapan, karena faktanya terkadang mereka orang-orang [netizen] yang mengaku sebagai orang yang baik justru terkadang acuh dan tidak mau peduli atas kondisi ini. 

Akibatnya bisa ditebak, penyebar-penyebar hoax dan fitnah ataupun berita palsu seringkali masih saja jadi dominan beredar di sosial media.

Jika hal tersebut tidak terus berlangsung dan terjadi, maka media nasional dan netizen harus berperan aktif untuk melawan HOAK dan fitnah.

Caranya,

Jika ada berita atau informasi hoax dan fitnah, silahkan telusuri kebenaranya, jika sudah tahu informasi yang benar, segera anda sebarkan informasi yang benar tersebut, begitu seterusnya.

Jika setiap orang [netizen] peduli dan mau melakukan ini, maka dengan sendirinya para penyebar hoax dan fitnah itu akan malu sendiri karena telah menyebarkan informasi hoak dan fitnah yang tidak benar.

Selain itu juga netizen harus aktif menyebarkan tulisan-tulisan bermanfaat di sosial media agar semakin banyak orang menularkan kebaikan. 

Sebagaimana keburukan bisa ditularkan, maka demikian juga dengan kebaikan yang juga bisa menular jika terus disebarkan.


TAGS Teknologi / Netizen / Sosial Media /

Comment

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda