Harga Cabai Mahal Rp 120 Ribu per Kilo, Kenapa Malas Tanam Sendiri?

5 Jan 2017 - 10:28 WIB

Saya agak senyam-senyum saat baca beberapa status dan komentar netizen di sosial media terkait dengan mahalnya harga cabai.

Ada yang katanya salah Jokowi, ada yang karena faktor cuaca, dan lainya.

Seperti yang sudah banyak diberitakan oleh banyak media, dikabarkan jika saat ini harga cabai per kilogramnya sudah mencapai harga Rp 120 ribu per kilogramnya.

Saya contohkan isalnya pemberitaan di detikFinance menyebut jika pada minggu pertama tahun 2017, harga cabai rawit merah naik lagi. Harga cabai rawit merah melonjak hingga di atas Rp 100.000/kg.

Berdasarkan pantauan detikFinance di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sejumlah pedagang sayur di sana menjual cabai rawit merah dengan harga Rp 120.000/kg. Harga itu mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 90.000/kg.

“Sekarang Rp 120.000/kg. Itu sudah sejak dua-tiga hari yang lalu memang naik. Sebelumnya Rp 90.000/kg,” ungkap salah seorang pedagang sayur Pasar Kebayoran Lama, Iwan saat ditemui detikFinance di kiosnya, Jakarta Selatan, Rabu (5/1/2017). [sumber: detikFinance].

Menurut saya memang bagi mereka yang malas menanam cabai [tidak memiliki tanaman cabai sendiri], kenaikan harga cabai hingga Rp 120 ribu per kilogramnya pasti sebuah kabar buruk. Apalagi bagi mereka yang punya pendapatan rendah.

Namun sebenarnya, untuk urusan cabai itu sebenarnya urusan yang sangat mudah kalau tiap kita tidak malas menanamnya.

Ini saya bilang begini karena saya hanya nanem beberapa tanaman cabai, saat cabai mahal atau murah, saya tidak perlu kebingungan soal cabai.

Apalagi jenis cabai ini kan sebenarnya salah satu jenis tanaman yang sangat mudah ditanam. Apalagi kalau hnya untuk urusan keperluan pribadi.

Saya saja dengan simbok saya, cara menanam cabainya gampang banget. Cukup dengan cara begini.

Dahulu awalnya saya memang beli cabai yang jenisnya pedas dan besar-besar, dari membeli itu, oleh saya dan simbok [ibu] saya cukup saya ambil beberapa cabai yang besar lalu saya ambil isinya dan langsung saja saya sebar di halaman dan samping rumah, beberapa di pot ukuran sedang. Selang beberapa hari sudah tumbuh dan sekarang lebat buahnya.

Lain lagi cerita Ibu mertua saya yang juga dengan cara sama cukup lempar biji cabai di depan rumah dan di belakang rumah, hasilnya juga tumbuh dengan baik dan saat cabai mahal begini, Ibu mertua saya tidak pernah beli cabai.

Bahkan karena begitu lebat dan banyaknya cabai Ibu mertua saya di depan rumah, kadang ibu-ibu tetangga banyak yang metik minta cabai dan diperbolehkan karena Ibu mertua saya sampai tidak sadar kalau cabai itu mahal banget.

Dari apa yang saya alami sendiri ini, sebenarnya saya jadi berfikir, begitu malaskah orang-orang di Indonesia, sehingga hanya urusan cabai saja sampai ribut-ribut.

Bahkan saya sedih banget, hanya urusan cabai, ternyata sampai menghujat dan menyalahkan presiden. hehe..


TAGS Ekonomi / Bisnis / Finance /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda