Revisi UU ITE: Pentingnya Edukasi Etika Bersosial Media dalam Keluarga

1 Dec 2016 - 10:48 WIB

[Baca juga Tulisan sebelumnya:

Coba anda lihat kasus penyebar isu Rush Money beberapa saat lalu, Dimana sang pelaku berfoto dengan uang yang terlihat begitu banyak, tapi ternyata itu bukan duit dia, pasti pelaku malu.

Namun saya yakin mungkin yang ikut menanggung malu pastilah tidak hanya si pelaku tapi keluarganya [bpk, ibu, mertua, adik, kakak] juga akan ikut malu bukan?

Bagaimana tidak malu, ngajak orang narik duit sebanyak-banyaknya dari bank dengan foto yang menghebohkan, tapi kemudian ternyata ketahuan jika itu bukan uang miliknya.

Kasus itu sebenarnya hanya sedikit kisah yang seharusnya bisa kita jadikan pelajaran, betapa di era internet dan sosial media saat ini kita ahrus lebih berhati-hati lagi dalam berinteraksi melalui sosial media.

Apalagi sekarang ini sudah ada revisi UU ITE yang sudah disahkan oleh DPR dan pemerintah tanggal 27 Oktober 2016 lalu, harusnya membuat kita lebih berhati-hati lagi.

Saat ini memang sepertinya di kalangan sekolah maupun keluarga, ternyata masih banyak yang kecolongan terkait perilaku masyarakat yang masih saja “tak punya etika” dalam berinteraksi di sosial media.

Atas kondisi tersebut, saya berfikir bahwa saat ini memang sangat penting dibuat pendidikan di sekolah dan di lingkungan keluarga terkait dengan pentingnya pendidikan etika dalam bersosial media.

Sebenarnya jika setiap individu menyadari terkait pentingnya etika dalam kehidupan bermasyarkat dan bernegara, maka saat melakukan interaksi bersosial media, pada hakikinya sama.

Kesamaan yang saya maksudkan disini tentunya kesamaan untuk tetap menjaga etika saat berinteraksi dengan masyarakat secara langsung, mapun saat berinteraksi melalui sosial media.

Namun sayangnya, seringkali masyarakat kita kurang peka atas perubahan sosial dan adanya media baru bernama sosial media, sehingga banyak pihak lupa dan lalai mengajarkan pendidikan etika dalam bersosial media.

Saat muncul banyak kasus yang ditangkap gara-gara melanggar UU ITE dan sejenisnya, maka biasanya masyarakat kita baru heboh dan ikut waspada.

Kondisi ini harusnya disadari dan harus dijadikan momment penting supaya kita menjaga keluarga kita, atau minimal teman-teman terdekat kita, agar supaya menjaga etika dalam bersosial media.

Kenapa harus dimulai dari keluarga dan teman terdekat?

Karena menurut saya, terkadang jika keluarga tak mampu mengawasi setiap individu dari keluarganya, setidaknya teman dekat justru yang bisa tahu tentang aktivitasnya di sosial media.

Jika misalnya dinilai status-statusnya di sosial media mendekati kata-kata yang melanggarkepatutan apalagi melanggar UU ITE, maka secepatnya harus diingatkan supaya jangan sampai melakukan hal-hal yang melanggar etika tersebut.

Jika kita sampai melanggar etika apalagi sampai melanggara UU ITE, maka kita bisa mendapatkan hukuman berat.

Dan perlu anda tahu bahwa dengan adanya penetapan revisi UU ITE yang sudah ditetapkan ini memang terkesan hukuman penjara dan dendanya menurun. Tapi hal itu jangan dijadikan alasan untuk anda semakin berani untuk melanggarnya.

Menurut saya adanya revisi terkait dengan ancaman hukuman yang diatur dalam pasal 27 tentang pencemaran nama baik yang tadinya dihukum paling lama 6 tahun penjara berganti jadi hanya 4 tahun penjara, sedangkan denda dari Rp 1 miliar menjadi Rp 750 juta, itu semua menurutku sudah begitu berat.

Namun sebenarnya substansinya bukan pada hukuman tersebut, melainkan pada perilaku buruk yang melanggar etika dan melanggar UU ITE itulah yang tidak boleh dilakukan saat kita bersosial media.

Bahkan kalaupun tidak ada hukuman dan aturan tegas sekalipun, menghina orang lain, menyebarkan fitnah, dan berbagai perilaku buruk lain di sosial media tetaplah tidak baik dan itu melanggar etika.

Semoga saja kita mampu menjaga keluarga kita dan orang-orang terdekat kita untuk jangan sampai melanggar etika dan UU ITE karena itu tidaklah baik.

Semoga kita juga bisa menjadi pribadi-pribadi yang mampu memanfaatkan sosial media untuk berbagai aktifitas yang positif dan memberikan manfaat untuk orang lain.

Semoga!


TAGS Opini / Revisi UU ITE / Teknologi /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.