Menunggu Hasil Gelar Perkara Ahok, Bijak Menyikapi,Jangan Terprovokasi

15 Nov 2016 - 09:22 WIB

Kasus Ahok terkait Surat Al-Maidah ayat 51 terus bergulir.

Usai dipanggil banyak ahli dan saksi terkait kasus Ahok ini, pada hari ini [15/11/16], rencananya akan [sedang] berlangsung Gelar Perkara kasus Ahok.

Pihak kepolisian juga memastikan jika gelar perkara kasus Ahok ini terbuku untuk umum namun tertentu saja.

Rencananya dalam kasus perkara ini nantinya akan dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pihak pelapor, terlapor, saksi, ahli, bahkan dari pihak Komisi III DPR juga diundang untuk ikut mengawasi gelar perkara kasus Ahok.

Sebagaimana dijelaskan oleh pihak POLRI dalam berbagai kesempatan, pihak Polri menegaskan jika institusi Polri akan menegakan hukum seadil-adilnya tanpa tekanan pihak manapun.

Namun diakui atau tidak, kasus Ahok ini yang beberapa saat lalu sempat diwarnai dengan demo #411 memberikan kesan bahwa kasus ini memang rumit dan menimbulkan dilema.

Dilema yang maksudkan saya begini,

Jika nantinya keputusan dari hasil gelar perkara memutuskan Ahok tersangka, maka akan ada pihak yang beranggapan jika keputusan Polri tersebut dianggap karena Polri takut jika Ahok tidak jadi tersangka, maka akan terjadi aksi demo yang lebih besar yang itu bisa melahirkan ancaman bagi kesatuan NKRI.

Namun begitu juga sebaliknya,

Jika keputusan dari hasil gelar perkara ini nantinya menyatakan jika Ahok tidak terbukti bersalah, maka pihak yang kemarin ikut berdemo akan menganggap jika ada pihak yang melindungi Ahok.

Saya sendiri dalam hal ini sangat bisa merasakan kebingungan pihak-pihak terkait dalam hal ini POLRI pasti sangat berhati-hati dalam memutuskan hasil gelar perkara kasus Ahok.

Namun saya masih percaya dan berharap jika semoga Polri benar-benar mampu memutuskan secara adil dan bijak sesuai data dan fakta serta analisa yang mendalam. Sehingga dengan hasil keputusan tersebut, nantinya pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan hasil keputusan Polri bisa bersikap bijak dan legowo.

Kalaupun masih dinilai hasil keputusan gelar perkara kasus Ahok ini nanti dianggap tidak adil, maka saya berharap tidak ada pakai cara kekerasan apalagi pengerahan massa untuk berdemo.

Saya sarankan bagi mereka yang nantinya tidak puas dengan keputusan gelar perkara kasus Ahok oleh Polri, maka akan lebih bijak jika mereka melakukan upaya-upaya yang sesuai dengan jalur hukum.

Jangan sampai karena keputusan tidak merasa sesuai dengan keinginan, maka kemudian mengerahkan massa untuk berdemo secara besar-besaran.

Saya tidak bisa membayangkan, jika seandainya setiap kasus untuk memaksakan kehendak harus dengan cara mengerahkan massa, ketakutan saya yang terjadi kedepan yang terjadi adalah hukum rimba. Dimana mereka pihak yang bisa mengerahkan massa terbanyak apalagi mampu menciptakan kerusuhan, maka merekalah yang akan ditakuti polisi dan harus nurut apa keinginan massa tersebut.

Saya sangat berharap kepada warga, khususnya para netizen yang saat ini sedang saling SHARE dan SHARE di berbagai sosial media yang isinya sangat provokatif, HENTIKAN!

Ingatlah bahwa dengan anda saling share dan share sesuatu yang itu bisa menimbulkan kekacauan dan keributan, tentunya jika anda mengimani akan keberadaan Tuhan, niscaya anda akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Saya berharap kepada siapapun yang mengakui dan mengimani agama anda, mohon tunjukan keimanan anda dengan cara yang baik. Bukankah agama juga mengajarkan kita untuk selalu bersikap adil dan bijak kepada seluruh makhluk, termasuk dalam agama juga diajarkan bahwa dengan musuh sekalipun, kita diajarkan untuk menyikapi dengan akhlaq yang baik.

Mari kita kawal dan awasi gelar perkara kasus Ahok dengan bijak, jangan sampai kita terprovokasi apalagi malah berkoar-koar jadi provokasi!

Sebagai tambahan referensi supaya kita tidak ribut terus sesama warga NKRI, yuk kita dengarkan penjelasan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa saat ini banyak negara asing yang iri dengan negara kita.

Jika kita berseteru terus sesama warga NKRI, maka sangatlah mudah negara Asing menguasai kita tanpa kita sadari.


TAGS Politik / Hukum / Ahok / Sosial /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda