Pesona Candi Sukuh yang Menyerupai Candi Suku Maya di Mexico

3 Nov 2016 - 08:30 WIB

Apakah anda sudah pernah berkunjung ke Candi Sukuh di lereng gunung Lawu di daerah Karanganyar Jawa Tengah?

Atau, jangan-jangan anda malah baru mendengar nama Candi Sukuh?

Saya sendiri sudah dua kali berkunjung ke Candi Sukuh ini. Pertama saat tahun 2012 yang lalu, dan yang kedua barusaja Minggu kemarin [30/10/16].

Untuk anda yang belum tahu dan belum pernah ke Candi Sukuh, ada baiknya anda cari tahu di google ya, disana ada banyak tulisan yang menceritakan secara lengkap, mulai dari sejarah dan seterusnya.

Sedikit saya kutipkan dari wikipedia, Candi Sukuh ini merupakan sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah.

Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni. Candi ini dianggap kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit pada beberapa figurnya.

Candi Sukuh telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.

Candi Sukuh Menyerupai Candi Suku Maya di Mexico

Banyak juga yang bilang dan meyakini jika Candi Sukuh ini ternyata memiliki bentuk yang nyaris sama dengan Piramida Chichen Itza, Yucatan, Meksiko yang merupakan peninggalan suku Maya.

Saya sendiri kalau melihat sepintas memang hampir sama. Dan memang saya juga pernah membaca jika seorang peneliti bernama Jason Martell yang juga seorang penulis dan pemerhati masalah seputar keanehan di penjuru dunia menjelaskan bahwa banyak struktur piramida di dunia ini yang memiliki bentuk sama walaupun didirikan oleh suku yang berbeda dan berjarak sangat jauh.

Contohnya adalah piramida di Montevecchia, Italia, memiliki bentuk dan ukuran hampir mirip dengan piramida Giza di Mesir. Piramida Chichen Itza, Yucatan, Meksiko dan candi Sukuh, Indonesia, juga memiliki struktur desain bangunan yang sama. 

Apa yang dijelaskan oleh Jason Martell tersebut juga pernah ditampilkan di salah satu video unggahan American Unearthed di YouTube.

Apa yang dijelaskan oleh Martell juga didukung oleh penjelasan dari Giorgio A Tsukalos, seorang penerbit di Times Magazine.

Lebih jauh lagi, Tsukalos menyatakan bahwa ada kemungkinan jika bangsa-bangsa kuno terdahulu diajarkan cara membangun piramida atau candi-candi tersebut oleh ’satu guru’ yang sama.

Memang Tsukalos sendiri tidak mampu menjabarkan siapa yang dimaksud dengan ‘guru yang sama’ tersebut. Namun, dari penjelasannya tersebut mengerucut pada eksistensi makhluk luar angkasa atau alien-lah yang mengajarkan struktur bangunan-bangunan tersebut.

Karena memang jika melihat peradaban setua itu, mana mungkin mereka mampu menciptakan sebuah bangunan yang sama, padahal jaraknya begitu jauhnya.

Namun, pada akhirnya, dugaan-dugaan tersebut sampai sekarang oleh para peneliti dan arkeolog masih belum berani menjadikan kemiripan-kemiripan tersebut menjadi satu teori baku. Mereka juga masih menyelidiki apa fungsi utama dibuatnya piramida serta kenapa desainnya mengerucut ke atas?

Kadang saya sendiri juga dibuat terkagum-kagum dengan orang-orang kuno tersebut, dimana mereka mampu membangun bangunan-bangunan kuno yang masih bisa kita temukan hari ini, yang kesemuanya masih banyak yang mengandung misteri.

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh

Oia, sampai lupa cerita kalau anda mau kesini tak perlu khawatir harus bayar mahal, karena tiket masuknya anda cukup bayar Rp 5.000,- [Lima Ribu Rupiah]. Untuk parkir kendaraan bermotor hanya Rp 2000,-.

Sebagai tambahan nanti anda akan disuruh mengenakan kain khas Candi Sukuh yang harus anda pakai saat masuk ke area wisata candi sukuh. Terkait biayanya anda bisa memberikan seikhlasnya anda [tidak dikenai tarif tetap].


TAGS Traveling / Wisata / Candi Sukuh /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda