Crash 2x di Australia dan Sepang, Marquez Perlihatkan Gaya Aslinya?

31 Oct 2016 - 07:49 WIB

Saya ingat betul bagaimana gaya balapan Marquez yang memang seringkali lepas control saat balapan terdahulu. Hal itu kenapa saat itu, Marquez yang memang diakui sering naik podium bahkan sudah meraih 5 gelar juara dunia ini tetapsaja sering sekali crash.

Namun di tahun 2016 ini, Marquez benar-benar berubah!

Berubah karena Marquez yang dahulu sering crash, selama musim 2016, selama dirinya belum dipastikan mengunci title juara dunia motoGP, Marquez nyaris tak bikin kesalahan fatal. Bahkan pernah crash sekali, itupun dirinya tetap berhasil finish dan meraih poin.

Dan karena konsistensi dan perubahan itulah, akhirnya Mrquez mampu mengunci gelar juara dunia motoGP 2016 di Jepang beberapa waktu lalu.

Hal itu diyakini karena memang Marquez mau berubah dan mau mendengarkan nasihat-nasihat dari tim Repsol Honda.

Hal itu tentunya sangat logis dan realistis karena Marquez dibayar tinggi oleh Honda untuk bertanding di MotoGP bukan untuk main-main, melainkan memang harus punya target juara dunia di MotoGP!

Akibatnya, dengan kesabaran dan dengan gaya balapan yang lebih “calm” serta mengurangi “kecerobohan”, Marquez bisa meraih gelar jauranya untuk kelima kali dalam karir balapanya.

Namun sekarang!

Coba anda lihat Marquez saat membalap di lintasan yang dirinya sudah tak perlu lagi memikirkan soal POIN!

Pertama saat melaju di lintasan Philip Island Australia, baru beberapa lap saja, dirinya sudah langsung crash dan tersingkir. Dan itu Marquez akui sebagai murni kesalahan dirinya.

Dan kemarin di Sepang, lagi-lagi Marquez harus kembali crash dan harus mengakhiri dengan hasil yang sangat buruk. Memang untuk yang di Malaysia tidak seburuk di Australia, karena jika di Australia Marquez harus gagal finish, sedangkan di Sepang Malaysia kemarin, Marquez masih bisa finish walaupun diurutan barisan belakang.

Atas 2x penampilan Marquez yang begitu buruk usai dirinya dinobatkan sebagai juara dunia motogp 2016, apakah ini menunjukan jika seperti itulah Marc Marquez yang sesungguhnya?

Kalau boleh saya sederhanakan bahsanya begini,

Penampilan “cantik” Marquez di tahun 2016 ini sebelum dirinya mengunci title juara dunia, itu lebih dikarenakan Marquez “dipaksa” oleh tim untuk supaya wajib “taat” mengikuti instruksi tim agar supaya tidak berbuat ceroboh. Mungkin seolah-olah tim Honda berbicara ke Marquez begini,

“Sebelum kamu [Marquez] bisa memastikan diri sebagai Juara Dunia MotoGP 2016, kamu harus ikuti dan taati apa yang tim katakan padamu, Nanti jika kamu sudah memastikan diri jadi juara dunia, kamu mau pakai gaya balapan seperti apapun silahkan!”

Nah!

Apakah itu yang terjadi?

Karena terlihat banget dengan jatuhnya Marquez saat di Australia dan dilanjutkan saat di Sepang kemarin, seolah-olah menunjukan jika itulah memang gaya balapan Marc Marquez?

Setidaknya masih ada satu kesempatan Marc Marquez saat di sesi terakhir balapan motogp di Valencia nanti. Apakah Marc Marquez akan menunjukan penampilan terbaiknya sebagai juara dunia motoGP dunia 2016, atau akan tetap tampil “apa adanya Marquez” sebagaimana saat di Australia dan di Malaysia kemarin?

Kita tunggu saja pembuktianya!


TAGS MostoGP / Sport / Olahraga /

Comment

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda