Suarakan Opini, Kritik dan Saran Melalui Tulisan, Bukan Hanya Komentar

28 Apr 2016 - 09:24 WIB

ilustrasi

Sebelum saya memiliki blog, saya memang memulainya dari hanya berkomentar di berbagai forum ataupun pemberitaan online saja.

Namun berjalanya waktu, setiap ada tulisan atau pemberitaan online, saya merasa jika hanya melalui komentar tidak bisa mewakili seluruh pemikiran ataupun kritik dan saran saya atas sebuah peristiwa.

Akhirnya setelah mengenal blogdetik saya berani mencoba untuk menuliskan berbagai hal yang ingin saya tulis melalui blog pribadi saya ini. Hal itu juga kenapa blog saya bernama aribicara.

Kalau menurut saya sendiri memang antara berbicara melalui komentar itu memanglah mudah.

Bahkan kalau kita tidak bisa mengontrol emosi kita, seringkali kita saat berkomentar akan mengeluarkan komentar yang terkesan kasar, bahkan tidak sedikit yang sampai menghina, menghujat, mencela, hingga melontarkan kata-kata kasar.

Hal tersebut mungkin karena ungkapan mereka yang dituangkan melalui komentar sama sekali tidak difikirkan terlebih dahulu sehingga terkesan “asbun” [asal bunyi].

Namun kalau orang mau mengeluarkan opini, kritik, maupun saran akan kondisi sesuatu, maka saya sarankan lebih baik belajarlah untuk memulai menuliskanya.

Jika anda merasa bingung darimana memulai untuk bisa menulis, andabisa memulainya memalui berbagai media blog termasuk satu diantaranya adalah blogdetik.

Jika nanti anda bisa belajar menulis di blog, anda akan belajar bagaimana untuk supaya sebelum menulis anda akan belajar untuk berfikir lebih dahulu tentang appa yang kita tulis.

Dan saya juga bisa memastikan bahwa menulis di blog dengan memberikan komentar itu sangatlah berbeda.

Dengan sendirinya nanti kita akan belajar banyak hal ketika kita sudah mau untuk memulai menulis di blog.

Terkadang saat kita berkomentar mungkin akan mudah saja mengetik ungkapan yang ingin kita suarakan. Atau mungkin justru tidak jarang kita akan menghina tulisan yang kita baca sebagai tulisan yang tidak bermutu dan dianggap sampah.

Saya sendiri sudah berulangkali merasakan bagaimana tulisan saya di blog ini dianggap sampah. Namun bagi saya itu tidak terlalu penting. Hal terpenting saat tulisan kita dihina dan dihujat pembaca yaitu kita jadikan itu masukan yang sangat baik supaya kita belajar membuat tulisan yang lebih baik lagi.

Jangan pernah ejekan, hinaan, bahkan caci makian dari pembaca tulisan kita membuat kita jadi minder apalagi berhenti menulis.

Justru jadikan itu pemicu untuk kita semakin bersemangat belajar memperbaiki tulisan kita supaya lebih layak dibaca.

Saya sendiri sudah memiliki puluhan blog/web personal bahkan juga web/portal untuk CV saya, namun dari awal blogdetik lahir hingga sekarang, saya tetap masih ingin terus update blog saya di blogdetik.

Bermulai dari menulis dan mengelola blog di blogdetik ini saya juga bisa jadi bisa membuat domain sendiri bahkan sudah mendapatkan banyak keuntungan materi dari aktifitas menulis di blog.

Jadi, untuk anda yang saat ini hanya masih pandai berkomentar, silahkan untuk supaya tidak hanya berkomentar tapi cobalah untuk menjadikan komentar anda menjadi sebuah tulisan.

Selamat menulis!

 

 


TAGS EVENT /

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda

tulisan-populer

kisah-11-orang-sukses

nenek-tua-sumbang-jutaan-rupiah-untuk-masjid

pendiri-whatsapp-jan-koum

desa-terkaya

tulisan-populer negeri-hutang

ricky-elson

kerja-orang-jerman

negeri-para-petani-tapi-import-produk-pertanian

pria-sukses

10-pemuda-terkaya-di-asia

.:: #9 TULISAN TERKINI ::.