Perusahaan di Shanghai ini Rekrut Wanita Cantik untuk Pijat Programmer

24 Nov 2015 - 08:55 WIB

gambar: Kubik GameApapun profesi dan pekerjaan seseorang, tentunya pada saatnya akan mengalami yang namanya kejenuhan, kelelahan, kebosanan, dan efect buruk lainya.

Bahkan pekerjaan dan profesi seenak dan semudah apapun yang kita lihat, oleh mereka yang melakukan pekerjaan tersebut pastilah pada saatnya atau sewaktu-waktu akan merasakan yang namanya kelelahan, kejenuhan, dan yang terkait hal itu.

Salah satu profesi yang mungkin kita anggap enak pekerjaanya yaitu para developer Game atau programmer.

Orang lain mungkin akan menilai dan beranggapan jika seorang Developer Game atau programmer itu pekerjaanya enak ya.

Mereka kerjaanya hanya duduk-duduk saja, bahkan ada yang kerjaanya cuman ngetest dan bermain game tapi bayaranya gede banget.

Seperti itulah terkadang beberapa anggapan orang yang melihatnya.

Namun tahukah anda bahwa bagi mereka yang berprofesi dan bekerja sebagai seorang Programmer, pada kondisi tertentu mereka juga mengalami yang namanya kejenuhan.

Anda coba sekali-kali praktekan sendiri, bagaimana seorang programmer menghabiskan berjam-jam di depan komputer mereka dengan code-code rumit yang kalau kita lihat memang sangat membingungkan.

Belum lagi kalau lagi kejar target dan deadline dalam proyek-proyek penting, tentunya energi mereka terkuras habis-habisan.

Nah, sadar akan kondisi tersebut, salah satu perusahaan game ternama di kota Shanghai Taiwan ternyata menyediakan karyawan-karyawan cantik yang direkrut khusus untuk memijit para programmer di perusahaan game tersebut yang mereka para programmer sudah beekrja secara overwork.

Kebijakan dari perusahaan tersebut merupakan wujud perhatian perusahaan kepada para programmer yang sudah bekerja keras menghasilkan game-game terbaiknya.

Pihak perusahaan menilai jika para programmer di perusahaan tersebut sudah bekerja dengan sangat keras dan seringkali karena loyalitas programmer tersebut, sampai-sampai mereka tidak pulang demi menyelesaikan project mereka.

gambar: Kubik Game

Karena berbagai pertimbangan itulah maka para programmer tersebut menjadi sulit bersosialisasi dan menderita berbagai pegal, linu, nyeri pada tubuh mereka juga terkadang stress juga.

gambar: Kubik Game

Bagaimana?

Apakah para programmer-programmer di Indonesia juga menginginkan sebagaimana yang sudah dilakukan oleh perusahaan di kota Shanghai tersebut?


TAGS Game / Tekno / Komputer / Internet / Teknologi /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda