Renungan Ramadhan: Ketika Umat Islam Tinggalkan Perintah Pertama Tuhan

6 Jul 2015 - 10:07 WIB

Renungan Ramadhan: Ketika Umat Islam Meninggalkan Perintah Pertama Tuhan, IQRA! BACALAH!

Sebelumnya saya menekankan dalam membuat tulisan ini saya bukanlah sebagai seorang yang pandai dalam urusan agama. Disini saya hanya berbicara sesuai kapasitas saya sebagai pegiat literasi.

Walaupun saya mungkin bukan seorang ahli agama Islam, namun saya tahu betul bahwa perintah pertama Allah S.W.T melalui ayat pertama turun bukanlah Sholat, Puasa, Zakat, Haji, atau yang lainya.

Perintah pertama sangat jelas dan NYATA berbunyi, IQRA! BACALAH!

Kejayaan Islam sendiri saat itu juga dikarenakan umat muslim saat itu benar-benar memegang teguh seruan perintah membaca tersebut. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masjid-masjid yang memiliki perpustakaan.

Sehingga tidak berlebihan ketika sejarah mencatat bahwa kemajuan Islam hingga mencapai puncak kejayaanya, salah satunya dikarenakan adanya peran Perpustakaan masjid kala itu. Dimana saat itu hampir setiap masjid memiliki perpustakaan yang memiliki koleksi buku yang sangat lengkap.

Mari kita mencoba mengingat sejarah Islam ketika terjadi sebuah peperangan yang sangat terkenal yaitu ketika buku-buku islam dibuang ke sungai Tigris oleh pasukan Tartar [Mongolia].

Karena sangat banyak buku-buku pada saat itu, pasukan Tartar (Mongolia) yang dipimpin oleh Hulagu Khan menaklukkan Baghdad sekitar tahun 656H/1258 M, saat itu buku-buku yang ada di perpustakaan Bagdhad dibuang semua ke sungai Tigris.

Buku yang jumlahnya sangat banya tersebut kemudian dijadikan jembatan penyebrangan dari arah Barat ke Timur [baca: Rāghib al-Sirjāni , Qisshatu al-Tatār min al-Bidāyah ila `Ain Jālūt, 161-162].

Kita tentunya bisa membayangkan, luas sungai Tigris yang lebarnya hampir sama dengan sungai Nil [kedalamannya mencapai sekitar 10-11 meter] itu, dipenuhi buku untuk dijadikan jembatan.

Anda bisa membayangkan berapa besar jumlah buku yang ada saat itu. Ada satu kata kunci untuk memahami cerita tersebut, yaitu: produktivitas tulisan para ulama dan betapa budaya membaca menjadi “CANDU” bagi umat Islam saat itu.

Sayangnya, jaman yang semakin maju dan modern seperti sekarang ini justru Masjid-masjid khususnya di Indonesia justru hanya sedikit yang memiliki perpustakaan.

Sangat aneh dan sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam sendiri yang teramat sangat mengedepankan sains dan ilmu pengetahuan melalui ayat Al-Qur’an pertama kali turun yaitu IQRA! Bacalah!. Namun sayangnya, masjid sebagai simbol tempat ibadah umat Islam justru hanya sedikit yang memiliki Perpustakaan.

Tidak berlebihan ketika seorang Yahudi berani menyebut bahwa Umat Islam menurutnya merupakan umat yang sangat malas membaca.

Jika anda seorang muslim merasa marah dengan orang Yahudi tersebut silahkan, namun akan lebih baik lagi jika seluruh umat muslim melakukan koreksi besar-besaran atas seberapa banyak umat muslim yang sudah dengan rajin mengamalkan WAHYU PERTAMA dari Allah S.W.T yang turun dengan perintah IQRA! Bacalah!

Jangan sampai kita terlalu bangga dengan masa keemasan dan kejayaan Islam dengan hanya MENGINGAT sejarahnya saja, namun lucunya tidak mau mengikuti cara-cara bagaimana supaya umat Islam mampu mencapai kejayaanya kembali.

Kita terlalu bangga dengan kisah-kisah Ilmuwan muslim dunia seperti Ibnu Syna, Ibnu Rusdy, Imam Ghazali, namun pertanyaanya, siapa ilmuwan muslim dunia saat ini yang anda kenal dan kita banggakan saat ini?

Siapa pencipta pesawat terbang tercanggih saat ini yang selalu digunakan untuk berangkat ibadah umrah dan haji?

Siapa yang menciptakan aplikasi internet terpopuler dan terkenal saat ini?

Siapa arsitektur terbaik dunia saat ini?

Siapa pencipta satelit tercanggih luar angkasa saat ini?

Siapa dan siapa lagi ilmuwan–ilmuwan muslim dunia terbaik saat ini yang kita kenal?

Saya pribadi sebagai seorang muslim juga terkadang merasa sedih ketika mendengar kata Islam, justru brand image yang muncul justru hanya seputar Teroris, ISIS, Konflik perang saudara sesama umat muslim di Timur Tengah yang tiada akhir :-(

Saya juga masih belum bisa berfikir, entah bagaimana dengan cara berfikir mereka yang saling MEMBUNUH sesama muslim dengan sama-sama MENGUCAP TAKBIR saat sama-sama saling membunuh antar sesama muslim :-(

Saya berfikir kenapa sebagai sesama muslim duduk bersama untuk saling mencari solusi dengan damai dan saling berlomba-lomba dalam kebaikan.

Memajukan sains dan ilmu pengetahuan secara bersama-sama, bagaimana berfikir dan ebrlomba-lomba untuk menciptakan teknologi pesawat terbaik terbaik di dunia untuk dijadikan fasilitas ibadah umrah dan haji dengan menciptakan teknologi pesawat terbang sendiri dari ilmuwan muslim.

Saya juga berharap, kenapa mereka tidak saling bahu membahu untuk memberikan santunan terhadap masih banyaknya umat muslim di penjuru dunia yang saat ini masih banyak bencana kelaparan, dan yang lainya,

Singkat kata, masih terlalu teramat sangat banyak untuk mencari kebaikan diluar peperangan atas nama agama.Salah satu yang menurut saya sudah banyak ditinggalkan oleh banyak umat muslim termasuk di Indonesia yaitu terkait dengan perintah ayat pertama Al-Qur’an yaitu IQRA! BACALAH!

Ayat pertama turun sekaligus sebuah perintah yang sangat tegas disini menunjukan bahwa Islam harusnya IDENTIK dengan SAINS dan Ilmu pengetahuan.Bukan seluruh ilmu pengetahuan, riset, penemuan, dan aktivitas yang berbau dengan sains dan ilmu pengetahuan, bisa dipastikan diawali dari aktivitas MEMBACA!

Sejarah mencatat bahwa kejayaan Islam saat itu yang mencapai keemasan dibuktikan dengan adanya perpustakaan-perpustakan di hampir setiap masjid kala itu.Masjid tidak hanya dijadikan tempat beribadah dan membaca Al-Qur’an saja, melainkan juga sebagai tempat membaca dan belajar ilmu-ilmu yang bersifat umum.

Tidak heran saat itu lahir ilmuwan-ilmuwan muslim yang hasil penemuanya dijadikan dasar munculnya kemajuan sains dan teknologi serta ilmu pengetahuan pada generasi-generasi sesudahnya hingga berkembang seperti sekarang ini.

Namun sayangnya, kejayaan Islam saat ini seolah nyaris sirna. Coba anda lihat sekarang di sekitar anda, seberapa banyak Masjid-masjid yang pernah anda kunjungi memiliki fasilitas Perpustakaan?

Kalaupun sudah ada perpustakaan, seberapa baik perpustakaan di masjid tersebut?

Mungkin sudah saatnya ini menjadi PR Besar untuk para tokoh-tokoh muslim dunia termasuk dari Indonesia yang katanya memiliki umat muslim terbesar di dunia agar benar-benar serius memikirkan bagaimana supaya umat muslim ini MENJALANKAN PERINTAH AYAT PERTAMA TURUN yaitu IQRA! BACALAH!

Wallohua’lam…

REFERENSI BACAAN:


TAGS Pendidikan /

Mohon maaf, komentar saya nonaktifkan....

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda