Utang Indonesia, Koruptor, dan Kekayaan Alam yang Terus Berkurang

27 Nov 2013 - 06:11 WIB

ee98b7b8be93f5bfa71a85586d1b460e_gunung-emas-di-papua

Mungkin saya bukan pakar ekonomi yang bisa mendata secara rinci terkait dengan utang Indonesia. Tapi sebagai seorang warga negara dan bagian dari orang yang ikut membantu dan menanggung utang tersebut melalui pajak yang saya bayarkan, saya ingin sekali ikut mengeluarkan keluh kesah dan pemikiran saya terkait utang Indonesia yang semakin hari terus meningkat.

Mungkin sebelum saya beropini terkait dengan utang Indonesia, mungkin alangkah baiknya kita tahu terlebih dahulu berapa total utang Indonesia saat ini.

Berikut ini saya kutipkan dari detikFinance (28/10/13) terkait total utang Indonesia hingga September 2013.

Hingga September 2013, utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 2.273,76 triliun. Jumlah utang ini naik naik Rp 95,81 triliun dibandingkan dengan posisi Agustus 2013.

Bila dibandingkan dengan utang di akhir 2012 yang sebesar Rp 1.977,71 triliun, utang pemerintah di September 2013 naik cukup tinggi. Secara rasio terhadap PDB total di 2012, utang pemerintah Indonesia berada di level 27,5% hingga September 2013.

Jumlah utang pemerintah dengan denominasi dolar AS hingga September 2013 mencapai US$ 195,79 miliar. Turun dibandingkan utang di akhir 2012 yang mencapai US$ 204,52 miliar. Namun karena nilai tukar rupiah yang melemah, total utang pemerintah dalam rupiah menjadi besar.

Utang pemerintah di September 2013 tersebut terdiri dari pinjaman Rp 683,53 triliun, menurun dibanding akhir 2012 Rp 614,61 triliun. Kemudian berupa surat berharga Rp 1.590,23 triliun, naik dibanding akhir 2012 yang sebesar Rp 1.361,1 triliun.

Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 8.241,9 triliun, maka rasio utang Indonesia hingga akhir Agustus 2013 sebesar 27,5%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga Agustus 2013 adalah:

  • Bilateral: Rp 385,52 triliun
  • Multilateral: Rp 263,17 triliun
  • Komersial: 32,65 triliun
  • Supplier: Rp 360 miliar
  • Pinjaman dalam negeri: Rp 1,83 triliun

Berikut catatan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak tahun 2000:

  • Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  • Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  • Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  • Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  • Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  • Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  • Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
  • September 2013: Rp 2.273,76 triliun (27,5%)

Tahun ini pemerintah berencana menarik utang baru senilai Rp 215,4 triliun untuk menutupi defisit anggaran yang nilainya mencapai Rp 224,2 triliun.

Dari membaca data tersebut diatas, saya hanya bisa geleng-geleng kepala, Kenapa?

Sederhananya saya berfikir seperti ini, Indonesia dari negara ini belum berdiri dan masih berbentuk kerajaan, kemudian menjadi jajahan, Indonesia dikenal dengan negerinya yang teramat sangat kaya raya.

44563d1b8a3af639a70c4067362902de_raja-ampatPotensi wisata Indonesia sangat luar biasa, dari atas begitu Indah, di dalam lautnya juga terdapat berjuta-juta ton Ikan yang bisa menghasilkan devisa negara. || sumber foto: progarchives.com

Kekayaan Indonesia dimulai dari kekayaan rempah-rempah, kekayaan Laut, kekayaan wisata, Gunung Emas, Tambang Batu Bara, dan berjuta kekayaan alam lainya yang bukankah jika semuanya bisa dikelola oleh negara sendiri dengan baik dan bersih tanpa dikorupsi, itu semua bisa menghasilkan berkali-kali lipat dari hutang Indonesia?

4b7abea4ea57ad7d29fa0d1ea2d87ede_batu-baraTambang Batu Bara di Kalimantan merupakan salah satu penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia, sayangnya sebagian besar dikelola swasta dan Negara cukup terima sedikit pajaknya saja. Seolah Negara malas mengelola dan cukup nerima pajaknya saja. Syukur-syukur kalau ada yang menyuap diterima saja?? || sumber gambar: terasgroupkubar.com

Tapi sayangnya hampir semua kekayaan alam tersebut hampir sebagian besar sudah dikuasai oleh Asing yang “merampok” kekayaan negeri ini dengan “kedok” bernama “INVESTASI” ?

Saya sendiri tidak ingin membahas lebih rinci terkait dengan investasi. Namun disini saya hanya menegaskan pendapat saya bahwa Investasi asing memang tetap masih diperlukan, Tapi jika Indonesia hanya mengandalkan investor untuk mengelola kekayaan alam negeri ini, maka, bukankah itu sama saja Indonesia sedang merelakan kekayaanya “dirampok” secara legal oleh bangsa asing ?

Diberbagai tulisan dan forum tentunya kita sering mendengar jika para penjajah di era modern ini tidak perlu harus menjajah seperti jaman dahulu. Justru penjajahan saat ini yang paling menakutkan dan sangat sadis tapi dianggap “legal” yaitu berubah nama menjadi investor asing” ??

Soalnya jika sekarang melakukan penjajahan seperti jaman dahulu, maka itu pasti langsung dikecam dunia dan rakyat juga pasti akan melawan secara terbuka. Namun ketika “menjajah” sebuah negara seperti Indonesia saat ini, yang paling mudah yaitu dengan cara “Investasi”.

Bukankah tujuan penjajah dan investasi ada bagian penting yang tujuanya sama?

Salah satu tujuan dari Penjajah dan investor yang sama yaitu kedua-duanya (penjajah dan investor) sama-sama ingin mengeruk kekayaan dan meraih untuk sebanyak-banyaknya dari kekayaan alam yang ada di Indonesia.

Bedanya hanya pada caranya, Jika dengan cara menjajah itu dianggap ILEGAL dan DILARANG, berbeda dengan INVESTASI yang justru teramat sangat LEGAL dan sama sekali TIDAK DILARANG.

Saya mencoba membayangkan jika dahulu para investor penambang Gunung Emas di Papua dalam menguasai Gunung Emas tersebut dengan cara Menjajah Papua dan sekitarnya, pastilah kedatangan mereka akan DITOLAK bahkan selamanya tidak akan mungkin bisa menguasai dan mengeruk gunung emas tersebut hingga seperti sekarang ini.

Tapi kemudian mereka punya cara yang lebih cerdas dan tidak perlu mengangkat senjata serta tidak perlu menjajah Papua untuk bisa menguasai dan mengeruk gunung Emas di Papua tersebut. Mereka cukup melakukanya dengan cara mengurus surat-surat perijinan dan kesepakatan melalui MoU bernama kerjasama dengan nama investasi, maka terbukti cara itu teramat sangat manjur hingga akhirnya sekarang mereka berhasil mengeruk semua kekayaan Gunung Emas yang ada di Papua.

Keuntungan lain para investor tersebut yaitu, Jika mereka dahulu menguasai gunung emas di papua dengan cara Menjajah, maka sudah dipastikan mereka tidak hanya berhadapan dengan rakyat papua tapi juga akan dilawan juga oleh tentara Indonesia bersama dengan kepolisan untuk diusir dari Indonesia.

Tapi coba lihat sekarang, dengan cara investasi, mereka para investor tidak hanya mendapatkan hak untuk mengeruk kekayaan gunung emas tersebut dengan sebebas-bebasnya, tapi juga mereka DIJAGA dan DILINDUNGI oleh POLISI dan mungkin juga dilindungi oleh TNI.

Dengan kondisi tersebut mereka para investor tidak perlu khawatir mendapatkan gangguan dari orang-orang papua yang ingin ikut menikmati gunung emas yang ada di bumi mereka sendiri bernama Papua.

Bahkan jika ada warga Papua yang berani masuk ke kawasan gunung emas tersebut apalagi berani mengambil kekayaan emas di gunung mereka sendiri, maka para aparat POLISI yang digaji dengan uang rakyat dan seharusnya melindungi warga Indonesia tidak akan segan-segan menangkap dan memenjarakan warga tersebut. Jika para warga tersebut melawan, maka Polisi tersebut bisa saja menembak warga tersebut dengan dalih melakukan pencurian atau melawan petugas.

Saya hanya baru memberikan satu contoh kecil saja dari adanya penguasaan kekayaan alam Indonesia oleh pihak asing dengan kedok “investasi”. Tapi pada intinya tujuan pelaku invastasi asing di Indonesia memiliki tujuan yang sama yaitu bagaimana mereka para investor bisa mengeruk kekayaan alam Indonesia sebesar-besarnya. Sedangkan kita sebagai pemilik MUTLAK dari kekayaan tersebut hanya PUAS menerima PAJAKnya saja yang jumlahnya teramat sangat kecil dari nilai yang para investor dapatkan.

Saya tegaskan melalui tulisan ini jika TIDAK SEMUA investor dan investasi itu buruk, ini hanya dibutuhkan kecerdasan pihak pemerintah untuk mengatur porsi para investor ini secara profesional dan tidak berlebih-lebihan sehingga menjadikan kita yang seharusnya sebagai pemilik tapi justru berbalik seolah seperti “pengemis” dari hasil pajak saja dan justru malas mengelolanya untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak tentunya.

http://uc.blogdetik.com/954/9541/files/2013/10/8b6e15ab0d63c7e50b686a1d178c08de_senyum-para-koruptor.png

Selain banyak utang, Indonesia juga masalah besar lainya yaitu soal Koruptor di Indonesia yang seolah juga terlihat semakin Banyak yang terungkap. Ini semakin memperburuk dan mempercepat bobroknya sebuah bangsa.

Perilaku korup pejabat-pejabat negara yang harusnya mengelola kekayaan alam negeri ini untuk kemakmuran rakyat justru mereka sibuk mengatur strategi untuk bisa terus korupsi dan bisa terlepas dari jeratan hukuman korupsi jika mereka ketahuan korupsi.

Tidakkah mereka para koruptor dan calon koruptor merenung betapa akibat perlikau korup mereka, hak-hak rakyat jelata banyak yang terabaikan.

180fe70c6cd37b5c5bb374debdbf9a14_anak-busung-laparSaat di pelosok daerah anak-anak busung lapar hanya berjuang supaya bisa makan, para koruptor justru sedang berfikir dan mengatur strategi untuk korupsi dan bisa terbebas dari jeratan hukuman jika diketahui korupsi. || Foto: BBC Indonesia

Tulisan ini hanya sebuah curhatan sendiri dan kegelisahan terkait semakin banyaknya utang Indonesia yang semakin besar, akan tetapi kekayaan alam kita semakin berkurang.

Pertanyaanya sekarang adalah, Jika utang kita semakin besar, kemudian hampir semua kekayaan alam di Indonesia dikuasai oleh asing, maka kedepan, Indonesia mau bayar utang tersebut dari mana???

Apakah Indonesia hanya akan MENGANDALKAN dari PAJAK RAKYAT?

Ingatlah bahwa tugas negara adalah mengelola seluruh kekayaan alam di Indonesia dari mulai air, tanah, dan semuanya untuk dikeloa dengan sebaik-baiknya dan hasilnya digunakan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

Silahkan baca Pasal 33 UUD 1945 jelas-jelas berbunyi: Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Tapi kenyataanya kita melihat negara terlihat malas mengelola Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk rakyatnya. Yang terjadi adalah Negara menyerahkan kekayaan alamnya untuk dikelola asing dan negara cukup menerima pajaknya?

Indonesiaku oh Indonesiaku engkau hancur bukan karena dijajah oleh bangsa asing, melainkan hancurnya negeri ini dihancurkan oleh mental-mental pejabat yang malas mengelola kekayaan alamnya sendiri, pejabat yang korup, politikus-politikus yang berbau “busuk” dengan perilakunya yang korup :-(

Jangan sampai pejabat-pejabat di negeri ini jika meninggal dunia mewariskan wasiat yang berbunyi:

“MAAFKAN AKU UNTUK GENERASI ANAK DAN CUCU-CUCUKU DI INDONESIA, AKU WARISKAN KEPADAMU UTANG YANG NUMPUK DAN SENYUMAN MANIS PEJABAT-PEJABAT YANG KORUP, MAAFKAN JUGA JIKA KEKAYAAN ALAM DI INDONESIA JUGA SUDAH DIKERUK HABIS OLEH pihak asing yang berkedok PARA INVESTOR”.

Untuk anda yang menjadi pejabat, anda diberikan kesempatan untuk bisa menjadi pahlawan dengan bekerja dengan baik dan tidak hanya mencari kekayaan untuk diri anda sendiri dan keluarga serta partai anda sendiri.

Jika anda bekerja dengan baik, anda akan di doakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan kebaikan anda, tapi sebaliknya, jika anda bekerja buruk dan korup, maka berjuta-juta rakyat Indonesia akan mengutuk anda dan mengecam serta mengingat anda dengan berjuta keburukan anda.

Semuanya terserah anda, ingin pilih yang mana semua ditentukan dengan kinerja anda !

sumber gambar || file.wordpress.com


TAGS Total Utang Indonesia 2013 / Koruptor /

Comment
  • Mr Simon Nixon 2 years ago

    Halo, Aku Mr Simon Nixon, pemberi pinjaman pinjaman pribadi dan saya hanya memiliki satu pertanyaan untuk Anda \Anda membutuhkan pinjaman?\. Jika u lakukan, apakah mendesak? Mengapa Anda perlu pinjaman? Apakah untuk meningkatkan bisnis Anda? Apakah ini pertama kalinya Anda atau Anda telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? Apa sebenarnya yang Anda butuhkan? Apakah pinjaman konsolidasi atau hipotek? Akhirnya, tugas kita adalah untuk memastikan kami memberikan yang terbaik saat mengamankan pinjaman dari perusahaan kami / perusahaan. Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, mereka yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis pada tingkat 2%. Asal tahu saja, kami memberikan bantuan yang handal dan saya mendorong Anda untuk memberi kami mencoba karena kami bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini melalui email di: simonnixonloancompany178@gmail.com

  • Aanjay 2 years ago

    Terpujilah Allah, yang Anda cari pinjaman? silahkan saya menyarankan setiap orang di sini sangat berhati-hati, karena ada begitu banyak lender pinjaman palsu di sini. saya telah menjadi korban dari 8 pemberi pinjaman kredit palsu, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir meninggal di proses karena saya hampir dipenjara oleh orang-orang yang saya sendiri utang dari sebelum teman saya memperkenalkan saya ke Lender pinjaman yang saya mencoba karena saya tidak memiliki pilihan selain untuk mencoba dan itu Lender Pinjaman asli. saya mendapat pinjaman saya dari Jeanne Roland Firm Pinjaman tanpa stres, jadi saya memutuskan untuk membuat kesaksian ini. tolong saya saran Anda jika Anda membutuhkan pinjaman Anda lebih baik menghubungi Jeanne Roland Kantor Kredit. menghubungi mereka melalui email. di jeanne.loanfirm@gmail.com atau jeanne.loanfirm@financier.com .. Anda masih dapat menghubungi saya melalui email saya untuk informasi lebih lanjut di aanjayrara2015@gmail.com. Tuhan membantu Anda dan sangat berhati-hati

  • pilihsatu 3 years ago

    Artikel yang bagus.
    Sungguh ironis membacanya.

  • Kang Semproel 3 years ago

    Artikel yang sangat luar biasa….
    Sayangnya hanya segelintir orang yang bisa punya kesempatan membaca tulisan ini, dan juga hanya segelintir orang dari bangsa ini yang sadar bahwa sebenarnya bangsa ini sedang dijajah oleh negara lain dibawah pimpinan si rika.
    Dan saya rasa dalam waktu dekat ini, belum akan ada pemimpin yang bisa membawa negeri ini menjadi negeri yang 100% berdaulat, lepas dari tekanan si rika dan konco-konco nya. Mengingat konstelasi perpolitikan dunia pasca runtuhnya Uni Sovyet yang menempatkan si rika sebagai satu-2 nya negara adidaya, dan pilihan kepada negara lainnya, ikut si rika atau melawan si rika . Ikut berarti siap menjadi antek, seperti saudi, UAE, dll. Menolak ikut berarti siap-2 dibantai dan dihancurkan seperti Libya, Mesir, dll
    Hanya ALLAH SWT yang bisa menghacurkan si rika beserta pasukan dajjal nya
    Salam

  • indrie 3 years ago

    realistis aja kenapa NKRI memilih tidak beazaskan/hukum islam dengan membuang kandungan sila 1 pancasila “dengan menjalankan syariat islam bagi pemeluknya”, karena islam terlalu keras bagi para koruptor, mereka berpendapat setiap pendapatan dinilai dari apa yang diusahakannya, termasuk menyusun regulasinya, akan ada suatu masa yang jika perampokan uang rakyat itu belum ada payung hukumnya maka akan sesegera mungkin dibuat undang undangnya dan direvisi undang-undang yang menghambat..karena sudah sewajarnya undang-undang itu bisa dirubah2, tinggal melihat akhlaq orang yg duduk sebagai pengatur regulasinya.mau asal pilih..silakan saja itu sah-sah aja, jangan dikira Allah memberikan nikmat kepada manusia secara gratis, dan tidak ada pertanggungjawaban

  • indrie 3 years ago

    di Indonesia kalo mau kaya harus kaya beneran, supaya pajaknyapun bisa dikurangi dengan membayar jayusmen..kalo kaya pas2an abis kena pph21

  • Gatot Sugiarto 3 years ago

    Ada rasa pesimis berlebihan, realistis saja. Negara ini butuh diamputasi,… Pemimpin baru yang tumbuh bergantian sebenarnya hanya meneruskan tradisi korup pemimpin sebelumnya. Semua sudah diatur sedemikian rapi, sehingga rakyat sebagian besar tidak mengerti. Jujur saya sedih NKRI yg dulunya dibela mati2-an para pahlawan hanya untuk segelintir orang tamak dan serakah.

  • Sulitnih 3 years ago

    Pemerintah membolehkan rakyatnya itu untuk bisa sekaya-kayanya… Namun pemerintah harus mampu membatasi rakyatnya untuk bisa hidup jgn terlalu mewah dan jgn hidup terlalu miskin..
    Sesuai ajaran Islam hidup itu harus ada batasannya.. Jika pemerintah tegas insya Allah pengurasan kekayaan alam, korupsi dan hutang akan berkurang..
    Jika pemerintah tidak mampu membatasi, maka korupsi merajalela, pengurasan kekeyaan alam dan hutang negara berlangsung teruss..

  • ela 3 years ago

    Bapak luar biasa,sungguh menyentuh…ayo tegakan kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya!!!!
    nurlailatulkhasanah@student.ipb.ac.id
    nurlailatulkhasanah@apps.ipb.ac.id

  • dino don 3 years ago

    HUKUMAN MATI WAJIB BAGI KORUPTOR ,jangan berlindung dibalik HAM , HAM berlaku buat manusia sedangkan mereka binatang(zero nurani) ..mereka sudah membunuh kesempatan jutaan anak indonesia untuk mendapat pendidikan layak dan jutaan rakyat miskin untuk hidup yang lebih baik.

  • Ari cihuy 3 years ago

    Jika engkau sayang pada negeri ini pilihlah yang kau lihat dan kau ambil dari hati yang terdalam.ini bukan rayuan tapi yang harus dipilih..mau lanjut seperti ini apa lebih baik lagi ..maka daripada itu pilih lah orang yang terjujur pada agamanya. Mudah mudahkan negeri ini jadi lebih baik dan sangat ke depannya … Hidup Indonesia ku yang ku cintai

  • hengki agustinus tanin 3 years ago

    benar apakata bung karno, bahwa perjuangan qta sekarg lebih berat krena melawan org2 qta sendiri.. yaitu para koruptorygmenggerogoti uang rakyat

  • argento 3 years ago

    iya..miris membaca nya..apakah mereka ( para pejabat ) negeri ini tidak pernah terfikir akan nasib anak cucu kita yang akan menanggung beban hutan LN yang udah kelewat “mengerikan” hal ini juga di tambah mental korup pejabat kita, yang dengan tega melukai hati rakyat, mereka dengan bangga memperkaya diri dan kroni serta keluarga nya ( lihat aja kasus Atut si Gubernur Banten )..tega menelantarkan rakyat nya yang miskin, sementara mereka pejabat nya asyik belanja ke luar negeri dan menghambur-hamburkan harta untuk memuaskan nafsu nya ( nafsu Korupsi ) alangkah tega nya mereka. Mungkin kita sebagai rakyak wong cilik sudah kehabisan kata-kata untuk selalu mengingatkan pejabat ( penguasa negeri ) ini untuk selalu berbuat amanah ( jujur , dan tidak melakukan korupsi. Selama ini yang kita baca di surat kabar, dari halaman 1 sampai selesai, semuanya tentang kebobrokan pejabat negeri ini yang seolah tak ada habis-habis nya menjarah kekayaan negeri sendiri dengan dalih kepentingan rakyat.

  • win 3 years ago

    tapi yang harus diingat, kita tidak bisa secara sepihak membatalkan perjanjian investasi tersebut. memang kesalahan ada di pemerintah yang memberikan kesempatan investasi dengan imbal hasil untuk kita yang kecil. pemerintah itu bisa pemerintah dulu, misal waktu nego dengan freeport, atau sekarang. kl kita melakukan nasionalisasi, bisa jadi perang tuh.
    mestinya presiden kedepan punya komitmen untuk mengelola sendiri kekayaan, ataupun kalau dikelola asing ya imbal baliknya besar untuk kita.
    atau juga pemerintah harus punya arah pembangunan, misal tentang buah lokal, kan kita gak pernah mikir buah lokal bisa jadi komoditi luar biasa (gagasan Dahlan Iskan). masa meteri pertanian gak ada arah sama sekali, urusannya ngurusin kepentingan partai melulu.

  • Dongok 3 years ago

    Tidak mungkin bisa. Semua yg ente bilang diatas adalah 2000% benar. Tapi bangsa Indon sudah terlalu cacat mental untuk merubah itu semua. Dalam waktu dekat negara Indon akan bubar dg berdarah darah. Siap siap aja ente ente selamatkan diri sendiri masing masing. Amin.

  • asepd 3 years ago

    Mhn izin share artikelnya tuk berbagi. Ayo ajak warga Indonesia yang lain untuk mempunyai persfektif yang sama dalam mengelola sda kita sendiri, terutama yang mempunyai mempunyai sdm yg mumpuni agar menjadi pionir, semoga di tahun 2014 dan pemerintahan yang baru nanti benar-benar terjadi perubahan.

  • must one die 3 years ago

    Semua rezim setelah ORLA, dipertanyakan integritasnya. Emas segede gunung punya , tapi si empunya jadi pengemis. Ironis dan tragis

  • bayu 3 years ago

    kita warga indonesia ini selalu bayar pajak tapi pajak itu di korupsi sama pejabat..gmana mau bayar hutang

  • alex 3 years ago

    indonesia akan sadar ketika rasio utang terhadap pdb telah mencapai 100% karean terlena dengan rasio utang saat ini

  • juwasman 3 years ago

    Lelang jabatan untuk penyelenggara negara secara transfaran, mudah2an akan menghasilkan penyelenggara negara yang baik ,jujur, dan amanah.

  • fajri 3 years ago

    saya sadari betul keadaan seperti ini
    dimana indonesia sebenarnya kaya, tapi rakyatnya miskin2
    artikel yang sangat bagus mas, mudah2an ada perubahan di pemerintahan selanjutnya.
    jangan pernah pesimis terhadap indonesia !!!!

  • pepe 3 years ago

    begitulah kalau memilih pejabat/pemimpin berdasar agama.
    Hasilnya, terpilihlah orang munafik.
    Ini karena kebodohan orang indonesia sendiri yang masih melihat agama dalam menilai orang.
    Sesama muslim dicap baik, melihat nonmuslim dicap tidak baik karena kafir.
    Ini kesalahan besar.
    Maaf kalau SARA, tapi inilah kenyataan. Lihat kurang relijius gimana tuh pejabat2. Sholat rajin tapi korup (lihat pejabat2 dari PKS).
    indonesia kalau mau maju, HARUS jadi negara sekuler (sekarang masih setengah2 sekulerismnya)

  • John Taylor 3 years ago

    Mas Ari, terima kasih tulisan yang bagus.
    Saya kebetulan pangsionan PNS, kalau mengamati perilaku korupsi di Indonesia seperti tidak ada habis-habisnya. Tetapi tidak mengapa karena ini sebuah proses yang harus dilalui.

    Hasil Reformasi kita sebenarnya sudah cukup baik arahnya, seperti terbentuknya MK, KPK, PPATK, dan lembaga2 baru yg cukup banyak. Kebebasan Pers cukup baik, orang sudah bisa menyampaikan kritikan dan lain sebagainya dan perjuangan melawan korupsi terus menerus digelorakan. Proses pemberantasan Korupsi sudah mulai maju dengan keberanian KPK untuk menerobos perilaku korupsi di area2 yang selama ini kebal hukum.

    Saya melihat sekarang KPK, Polri dan Kejaksaan sudah mulai menerapkan UU Tindak Pidana Pencucian Uang dimana disitu diatur bahwa Terdakwa harus dapat menjelaskan bahwa harta kekayaan yang disita oleh Penyidik adalah bukan merupakan hasil dari tindak pidana ( pembuktian terbalik ), lihat kasus Gayus, Djoko Susilo, sekarang ini Akil Muchtar, meskipun belum sempurna betul tetapi sudah mulai seperti dinegara yang cukup berhasil dalam pemberantasan Korupsi. Ini seperti yang diutarakan oleh beberapa orang Miskinkan Koruptor .

    Saya sebenarnya kurang sependapat dengan istilah tersebut, saya lebih sependapat harta kekayaan yang diduga hasil tindak pidana yang ada padanya disita lalu dia harus membuktikan sendiri bahwa bukan hasil tindak pidana bdidepan pengadilan, biarkan dia pusing tujuh keliling kalau ternyata hartanya adalah hasil korupsi, suap, manipulasi dsb, cuma perlu diwaspadai jangan sampai ada pelaksana hukum kita yang masuk angin.

    Civil Society harus benar-benar bisa mengawasi. Harapan kita proses ini bisa menggelinding seperti bola salju kedepan sehingga mental-mental korup dan potensi korup bisa dikikis habis. Saya juga mengharapkan dalam Pemilu 2014 nanti bisa merekrut anggota legislatif dan eksekutif seperti Jokowi/ Ahok. Orang-orang seperti itu harus diberi ruang dan didukung sepenuhnya oleh rakyat.

    Saya menyadari perilaku korup masih ada tetapi pegawai yang jujur dan bersih juga masih banyak. Kalau jaman Orba orang jujur sering disingkirkan dengan berbagai macam cara, sekarang ini orang jujur sudah mulai mendapat tempat dan perlu terus ditumbuhkan dan didorong serta dikawal dengan baik.

    Mudah2an dalam waktu 5 sampai 10 tahun mendatang kita bisa seperti Hongkong. Tentunya dengan berjalannya waktu SDA kita, penghasilan pajak, penggunaan anggaran negara dapat tersalurkan dengan benar demi kesejahteraan rakyat kita kedepan. Selamat berjuang mas…….

  • sukurin 3 years ago

    Ditahun 2014 semoga Rakyat kita agar lebih cerdas untuk memilih pemimpin, terjadinya korupsi dan penghianatan pembawa Amanah adalah atas dukungan rakyat juga kan…
    rakyat telah memberi kesempatan pada pejabat sampai dua periode, padahal sudah jelas korupsi makin tambah..
    Semoga rakyat tidak mengulang kebodohannya..dan tertipu oleh tebar pesona…

  • lie ding 3 years ago

    pemimpin indonesia bukan demi negara tapi demi kantong pribadi.yg hrs ditumbuhkan adalah rasa cinta negara.harus ada hukuman yg berat bagi koruptor.hukum mati.negara kita akan maju.kalau negara kuat uangnya maka tidak akan dianggap remeh negara lain.intinya harus cinta negara.baru warganya akan menauladaninya.

  • Indri 3 years ago

    Maaf Mas Ari kalau saya salah mengartikan.
    Mungkin karena pengalaman saya pribadi. Introspeksi dan humility adalah sangat sulit. Butuh keberanian, at least bagi saya.

    Saya salut dengan usaha Mas Ari buat bikin perpustakaan keliling.
    Audience Mas umur berapa yah?
    Kali saya info buat sharing buku yang mungkin bisa disalurkan, cuman kebanyakan pake bahasa inggris :(

  • Indri 3 years ago

    Saya senang Mas Ari setuju dengan kewiraswastaan, dan lebih mendalam lagi konsep kemandirian.

    Sekali lagi saya kurang setuju Mas Ari berpendapat bahwa menjadi ‘humble’ dan retrospeksi (berkaca diri) kita menjadi tidak kritis. In my humble opinion, justru dengan humility dan retrospect, kita menjadi lebih sensitif dan kritis. Karena kita merasakan bahwa semua tindakan kita sedikit banyak berdampak pada orang lain dan lingkungan.

    Ada artikel menarik dari DR Uhar Suharsaputra mengenai budaya korupsi di Indonesia, semoga beliau tidak keberatan saya cantumkan disini (http://uharsputra.wordpress.com/artikel-2/budaya-korupsi-dan-pendidikan/). Saya merasa masyarakat Indonesia saat ini berpikir seolah-olah oknum ‘berubah’ setelah mereka menduduki jabatan. Akan tetapi kalau kita telaah lebih mendalam, korupsi di Indonesia -sedih saya kalau mengingat ini- sudah mendarah daging selama ratusan tahun. Itu sudah menjadi budaya. Dari jaman kita masuk sekolah (ortu bayar uang bangku), dari masalah sepele seperti keengganan mengantri (orang memilih calo), dll.

    Kita tidak bisa hanya menyalahkan dan komplain saja. Sudah bikin capek dan buang waktu, dalam kenyataannya kita mungkin juga koruptor. Siapa yg baca artikel ini di kantor juga korupsi jam kerja lho :)

    Mari kita buat forum untuk membahas solusi, bukan hujatan!

  • Nurrohman 3 years ago

    Marilah kita doakan bangsa ini, agar kedepannya memiliki pemimpin yang adil, jujur, amanah dan bijaksana dalam memimpin bangsa ini.

  • mesin antrianbaru 3 years ago

    harusnya para koruptor melihat anak atau cucunya waktu mereka tertidur pulas dan membayangkan apa salah anak cucu kita sehingga kita bebankan kehancuran bumi ini …..

  • maschun sofwan 3 years ago

    Maju terus indonesia, terbebas dari kuroptor dan indonesia akan lebih baik

  • Gae 3 years ago

    Bangsa Besar dan Kaya ini akan Terpuruk dan Hancurr..Kasian Anak Cucu Kita..Karena negeri ini dipimpin Orang2 yang Tamak dan Rakus dan Tidak pernah Puas dan Memikirkan rakyat dan Generasi Penerus..Hmmm Terkadang ini kesalahan kita juga, bagaimana kita yang prihatin tidak bersatu memilih orang yang baik..kita memilih karena diberi uang \SGOKAN\ bahkan dari Lurah sampe presiden..hmmm

  • Memet 3 years ago

    Salut untuk coretan singkat yang sangat bermakna ini.
    mungkin kata bijak “berikan aku 10 pemuda maka akan kutangkap mereka karena melawan terhadap pemerintahan, tapi berikan aku 1000 pejabat korup maka akan kuloloskan mereka di setiap persidangan”. naudzubillah.

    Wahai presiden kami, do’a ataupun hujatan rakyat adalah cerminan dari bentuk kepemimpinan ANDA.

  • Indri 3 years ago

    Wisemen said:
    if you like it so much, try to love it.
    If you don’t like it, try to change it.
    If you can’t change it, leave it.

    Pekerjaan yang paling mudah adalah: complaining and blaming everybody else (but never oneself!). Percaya deh, itu buang2 energy kalau kita gak bikin action yang konkrit. Bikin capek and tambah bete. Mending energy-nya dipakai buat yang produktif. kerja yang bener dan konsisten, belajar (sampai ke liang kubur), bakti sosial (bukan gosip), dll.

    Seingat saya waktu sekolah dulu, kita kurang diajari konsep kemandirian. Kita diharapkan lulus dan jadi pekerja. Wiraswasta dianggap sepele. Kewiraswastaan (entrepreneurship) adalah motor efektif penggerak ekonomi di negara berkembang. Kita lihat betapa majunya entreprenership di China.

    Semoga generasi muda kita, kalau bukan dari sekolah, menyadari pentingnya kemandirian bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga pola pikir. Jadi gak ada lagi sedikit2 complain atau menyalahkan pemerintah, sekolah, ortu, dll. Harapan saya mudah2an kewiraswastaan menjadi trendi di masa datang.

  • sepatu futsal 3 years ago

    seandainya seluruh propinsi di Indonesia membebaskan diri dri Republik Indonesia..
    nanti yg bayar utang kira2 sapa masbro..
    ..
    pastinya JAKARTA toh ..
    hehehe

    :D

  • noni 3 years ago

    tulisan yg bagus pak…
    saya tambahin ya, sekalian nih dgn pemerintah qt yg buruk akhlak, dgn pemerintahannya yg berantakan, mereka doyan korupsi dan NARKOBA juga…
    gmn caranya ya berantas keburukan dijiwa mereka, kl nanti yg muda2 mau maju pertama dgn cita2 yg mulia, eh…d dicekokin cara lama dgn KKN, bakalan sama juga ceritanya…dilogika awam pasti miris, tp kayaknya kl d nyebur ke panggung pemerintah lain lg ceritanya.
    Indonesia ga bkl bisa maju, yg mau maju n kerja bener malah dimusuhin..
    ank2 skolah juga plis d, jgn tawuran sm ngobat r sex bebas aj. mikir buat masa depan yg bs majuin negara!
    geleng2 deh. cm bs berdoa jaman ank2 qt nanti bs lebih baik lg buat benerin ni negara,
    #curhatan IRT

  • Indri 3 years ago

    Sebenarnya demografi kita sangat bagus. Sekitar 50% di bawah 30 tahun. Namun sayangnya dari angka segitu, porsi lulusan S1 dan S2 sangat minim. Jadi kita jangan melulu menyalahkan perusahaan asing yang enggan berinvestasi ke Indonesia, karena kita kekurangan skilled workers.

    Kita kekurangan perguruan tinggi. Kapasitas perguruan tinggi negri kita dibanding jumlah kelulusan SMA sangat menyedihkan. Sehingga persaingan untuk masuk PTN sangat tidak sehat, sehingga uang masuk sampai ratusan juta. Jujur saja, kalau mau usaha (berburu info, beasiswa, etc) kuliah di luar negri gak sampai ratusan juta lho.

  • hasrizart 3 years ago

    Maka dari itu mari kita sebagai generasi penerus bangsa harus menuntut ilmu agar menjadi pintar….. ok

  • deri 3 years ago

    1. Utang menurut saya boleh2 saja, asal digunakan untuk hal produktif,seperti pembangunan infrastruktur, pembangunan lahan2 pertanian, industri yg dikelola negara yang menghasilkan, hasil dari penanaman modal tersebut bisa untuk bayar utang. Sayangnya di Indonesia penggunaan uang hasil utang masih belum tepat sasaran. 2. Perampokan kekayaan negara oleh asing, sebenarnya bukan kesalahan asing semata, tapi pejabat kita sendiri yang kurang hati-hati dalam memberikan izin investasi, apalagi (mohon maaf) pejabat kita ketika ada upeti, mati hati,, ini yang harus dibenahi MENTAL dan Karakter pejabat dan birokrat pengambil keputusan
    3. Pengurangan korupsi, pertama kumpulkan orang2 yang berintegritas tinggi, punya jiwa pahlawan, selanjutnya mereka diberi tugas memilih pimpinan2 yang jujur, dan berjiwa pahlawan. seperti PEMILIHAN komisioner KPK dan jajarannya. Insya Allah korupsi lama2 berkurang di setiap lini organisasi,,pemilihan pejabat saat ini cenderung KKN maka hasilnya pun turun temurun KKN

  • dian s kelana 3 years ago

    miris banget rasanya, hanya bisa jadi penonton saja. mudah mudahan kedepanya NEGRI ini dapat klebih baik………….!!!!!!!

  • hariadi 3 years ago

    Pesimis saya dengan negeri ini….

  • hariadi 3 years ago

    Pesimis sy dengan negeri ini….

  • Tanto 3 years ago

    Para pemimpin yg diberikan kepercayaan untuk memimpin negeri ini, ingatlah bahwa yang ada di pundak kalian adalah tanggung jawab yang sangat besar terhadap masa depan seluruh negeri ini bukan hanya memikirkan kepentingan pribadi atau golongan saja. Jangan cuma hanya mampu memikirkan cara berhutang, tetapi harus juga mampu memikirkan bagaimana caranya membayar hutang tersebut sehingga hutang menjadi semakin kecil bukan sebaliknya malah semakin besar.

  • erwandi manik 3 years ago

    menurut sy 1. smua perusahaan yang dikelola asing harus di nasionalisasi (dkelola negara baik BUMN/BUMD)namun butuh kepemimpinan yang berani melawan pengaruh asing (USA and antek2nya)dan butuh sedikit ideologi anti asing (seperti hugo chavez)2. pola pikir masyarakat harus dirubah bahwa memilih pemimpin bukan dari dasar SARA dan memiliki uang yang banyak yang mampu membeli suara rakyat, melainkan harus mampu memilih pemimpin yang benar2 berani, jujur, peduli dan amanah

  • Jamal98 3 years ago

    rakyat sudah bodoh masih dibodohi…

  • aiz 3 years ago

    ehm

  • Indri 3 years ago

    Saya setuju dengan Mas Wadi mengenai peringatan untuk tidak partial. Hutang negara tidak seharusnya dilihat dari nominal, tetapi dari rasio. Debt-to-GDP kita menurun drastis dari 144% tahun 1998 ke 23% akhir tahun 2012.

    Mengenai pajak, perlu diketahui bahwa di Indonesia kontribusi pendapatan dari pajak terhadap GDP relatif sangat minim (<12%) jika dibanding dengan negara berkembang lain. Prosentase pembayar pajak juga masih sangat minim.

  • nanang 3 years ago

    pajak bagi rakyat wajib, tolong di tinjau ulang bagi kami pedagang kecil saya ambil keuntungan kotor 5% dari keuntungan kotor belum dipotong gaji karyawan, operasional, susut barang dan biaya2, sedangkan pemerintah menerapkan pajak 1% dari omzet kotor, alangkah enaknya pemerentah tinggal duduk2 manis terima 1% dari omzet kami yang banting tulang bersihnya kadang cuma 0,5%. adilkah negri ini. lebih enak jadi pegawai yang tak perlu mikirin pajak tapi sanggupkah pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi kami.

  • Selamat Dunia Akhirat 3 years ago

    tulisannya bagus om.. memang perlu disebarluaskan pikiran2 sperti om ini. juga ditambahkan pemimpin yg korupsi, wakil rakyat yg korupsi, jaksa yg korupsi, hakim yg korupsi, polisi yg korupsi, BPK yg korupsi, LSM yg Korupsi, Masyarakat? yg jd ikut2an Korupsi..

    “ORANG TUA 2/ YANG KEJAM!! JANGAN HARAP DAPAT DOA DARI ANAK CUCU, KALIAN INGIN KAMI KENANG DENGAN MENINGGALKAN HUTANG KEPADA KAMI!! BIKIN MALU ANAK CUCU, KAMI TIDAK INGIN HIDUP DENGAN UANG HARAM!! JANGANKAN MENGIRIM DOA, SETIAP NAMA KALIAN TERUCAP, PUIH.. LUDAH INI BUAT KALIAN”

    maap om penulis.. jd terbawa emosi ne..

  • benny hs 3 years ago

    indonesia adalh negara kaya semua ada disini kita hanya 2 musim tanah kita subur laut kita banyak hasiltambang melimpah emas terbesar disunia namum kita tetap miskinkarena karuptor pejabat 2 yang mengaku dirinya sebagai pejuang rakyat kenyataan kita di jajah bangsa sendiri karena karupsi yang meraja lela semoga kita mendapat pejabat skwalitas jokowi ahok yang jujur dan berjuang bagi rakyat amiiiin

  • Bardian 3 years ago

    Tulisan yang sangat bagus. Saya mau share pendapat saya tentang pajak. Jujur saja saya setiap bulan bayar pajak dari penghasilan gaji saya. Tetapi saya sangat2 tidak iklas!! Apalagi yang namanya THR juga di potong pajak. Yang menjadi masalah adalah uang pajak tersebut di bawa kemana ? Buat bangun negara ? Apa yg di bangun ? Buat bayar gaji para PNS ? Mereka malah KORUP!! . Sakit hati melihat pegawai negeri walaupun tidak semua. Mereka gampang beli rumah milyaran , beli mobil cash, naik haji gampang. Nah kita yg bayar pajak tiap bentar .. Beli rumah sempoyan bayar kredit nya. Mobil kredit ..boro boro naik haji… Apalagi kita ngomongin kekayaan indonesia yg habis digerogoti pihak tertentu, ngomongin korupsi yg menjadi jadi dan sudah menjadi tend seperti selebriti.. Sakit hati dan semoga mereka yg Korup dapat balasan yg setimpal Baik di dunia atau pun akhirat..

  • Mukidi4 3 years ago

    Mantap tulisan anda mengenai korupsi saya setuju. Tapi kalau itung-itungan ekonomi khususnya utang pemerintah jelas anda masih harus banyak belajar, sebelum masyarakat ikut tersesat oleh statement anda.

  • wadi 3 years ago

    Pak, suatu tulisan yang bagus. Hanya, mungkin ada yg perlu saya jelaskan sedikit. Saya juga bukan ahli ekonomi, saya cuman orang bodo. Tapi, kerapkali kita terlewat melihat sesuatu itu secara “lengkap”, karena kita hanya menilai sesuatu secara “parsial”. Contoh, melihat utang, tanpa melihat harta selengkapnya. Melihat besar gaji tanpa melihat besar biaya (dan utang, malahan). Melihat besarnya income tanpa melihat biaya, dsb. Dari artikel yang Anda kutip dari detik.com, sebenarnya sudah terlihat adanya ‘prestasi’ pemerintah RI dari taun ke taun dalam mengelola utang negara. Apa itu ? yakni, rasio utang terhadap PDB yg semakin menurun dari tahun ke tahun. Apa sih rasio utang terhadap PDB ini ? dapat di”terjemahkan” kira2 sebagai rasio utang terhadap harta yang dimiliki. Berdasarkan data yg ada, utang RI tu “hanya” di bawah 30% dari hartanya. Jadi, seandainya itu para kreditor tiba2 serempak nagih hari ini agar semua utang harus lunas dibayar, RI akan dengan cukup mudah mampu melunasi semuanya. Ibarat punya uang 1 juta, utangnya ngga nyampe 300 ribu. Ngga sulit kan ? Bandingkan dengan negara2 maju yang sebagian justru dipuja-puja oleh beberapa anggota masyarakat kita. Contoh : Jepang, Amerika Serikat. Rasionya udah di atas 100%, meaning that, kalo ditagih sama kreditur, itu dua negara bangkrut. Masih banyak negara2 yg kayak gitu, tersebar di benua Eropa yg kita anggap lebih superior dibanding kita. Makanya Eropa tu krisis, contoh : Italia, Portugal, Yunani, Spanyol, Irlandia, dsb. Yang disiplin tu adalah Jerman. Disiplin apa ? ngga foya2, semua pengeluaran dihitung cermat, dan ditambah dengan kerja keras. Ehm, bukan maksud menyindir. Coba Anda tengok depan belakang kiri kanan, saya rasa ngga sulit menemui saudara sebangsa kita yg juga utangnya melebihi hartanya. Gaji ngga seberapa, tapi kridit motor, handphone, elektronik, mobil, dan berbagai macam barang konsumsi lainnya yg sebenarnya ngga terlalu dibutuhkan, tapi dibeli karena pengen gaya2an dan narsis / pamer. Kalo setelah ngridit ini-itu duitnya masih kurang, lantas pinjem dokat ke temen, sedokur, dsb. Kapan bayarnya ? Wallahu ‘alam. Masih kurang juga hepengnya ? keluar dah jurus negatifnya : menipu, korupsi, cari duit dengan tabrak rambu2 etika, agama, hukum, dll. Semua dilakukan cuman supaya terlihat kaya, padahal ngutang sana-sini dan belon tentu dibayar. Yang penting di mata orang laen kan yg keliatan adalah apa yang dipunya, toh utangnya ngga keliatan. Belon lagi kalo uang hasil ngutangnya itu juga dipake utk nyogok aparat, “nyogok” atasan, “nyogok” ortu dan mertua, dsb. Udah mirip dengan lingkaran setan. Nah, jadi, mending mana , RI memang utangnya banyak TAPI PADAHAL masih JAUH LE3BIH BANYAK HARTANYA, atau mereka2 yg keliatannya banyak hartanya, tapi justru ternyata JAUH LEBIH BANYAK UTANGNYA ? Maaf, bukan maksud SARA, tapi di agama saya, utang tu dibawa mati, lho. Bahkan, sampe mati jihad yg menghapus seluruh dosa, tetap ngga menghapus utang. Sampe nabi pun ngga mau menyolati jenazah yg meninggalkan utang tapi ngga meninggalkan uang utk bayar utangnya. Status orang di akhirat yg berutang namun ngga niat melunasi utangnya adalah : maling. Ah, maaf, saya lupa, kan hare gene sangat banyak orang Indonesia yg ngga peduli dosa, dan ngga peduli agama, yang penting banyak duit. Tok. Titik. Klop dengan keluhan Anda terhadap para koruptor. Sudah bisa melihat gembaran lengkapnya, bukan lagi secara parsial ? Sekedar contoh lagi nih, lebih kaya-raya mana, orang dgn gaji 5 juta dan 3,5 juta ? Silakan jawab ya .

  • zia 3 years ago

    negara kita sekarang sudah tidak memerlukan politikus politikus yang hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi INDONESIA membutuhkan relawan relawan yang bisa merebut kembali milik kita

  • Wong 3 years ago

    Kalau saya perhatikan dimana mana pasti ada ketidak adilan. China yg katanya saat ini negara hebat namun ada berita perusahaan Foxconn ‘memerah” karyawannya habis2an sampai bunuh diri. Di US sendiri ada berita pemerintah membuat konspirasi (CIA, NSA, dll) yg ‘katanya” untuk menyelamatkan kepentingan negara.

    Bagaimana kabar David Wijaya yg ‘dihabisi” di S’pore? Adakah yg peduli? Belum lagi TKI kita yg katanya ‘pahlawan devisa”. Jangan2 hanya jadi obyek pemerasan aparat dan tumbal tebar pesona saat diperlukan.

    Hukum rimba yg sangat nyata terjadi. Kalau kita lemah seharusnya kita cerdik (misalnya Korea selatan, Taiwan, S’pore).

    Sayangnya elit2 Negara ini lemah dan tidak cerdik. Justru rakus dan bengis terhadap rakyat.

    Keahliannya menekan plus memeras rakyat, dan tidak perduli kondisi rakyat. Sampean kerja dan berpenghasilan maka harus bayar pajak, kalo sampean nganggur / sakit / manula, silakan cari cara untuk hidup. Matipun masih ada biaya administrasi di catatan sipil.

    Apa yg saya sampaikan ini, baru sebagian kecil dari apa yg terjadi. Monggo kita tunggu dan lihat saja, sampai kapan hal ini berlanjut?

  • didik 3 years ago

    minta info pemimpin yg telah menjual kekayaan alam indonesia dengan modus infestasi.

  • heri S 3 years ago

    Coba kita telaah sejarah hutang bangsa ini. dimulai dari penjajahan belanda. ketika agresi militer sampai perundingan meja bundar bapak bangsa ini setuju membayar kerugian perang kerajaan belanda. ditambah lagi berapa kekayaan negeri ini yang telah diambi selama 350 tahun. jika ditotal cukup untuk memberi kehidupan negara belanda selama 7 keturunan.

    jaman kemerdekaan, privatisasi usaha negara. untuk memulai membangun negara bangsa kita hutang lagi, kemana negara yang menang perang, Amerika dan Rusia.

    Jaman Orde baru, tuntutan untuk memakmurkan rakyat setelah orde lama. Negara kita hutang lagi, pembangunan menjadi pesat jaman orde baru tetapi dengan separuh hutang separuh lagi menjual perijinan pertambangan dan industri ke Asing. Hal itu untuk sembako murah dan bbm murah jaman orde baru.

    jaman Demokrasi, hutang yang dahulu saja belum lunas, negara kita tidak mampu menghasilkan barang dengan nilai jual tinggi ke luar negeri. maka bangsa kita saat ini malah jadi pasar kapitalis. hal ini bertambah berat dengan adanya subsidi BBM yang masih ada. coba bayangkan jika uang subsidi BBM itu untuk investasi atau privatisasi tambang dan hutan kita. kita akan menjadi negara penghasil dan pengolah sumber daya alam terbesar di dunia.

    Jadi seperti orang yang berhutang ke rentenir. maka negara kita sekali hutang dari negara kolonialis maka selamanya akan menjadi penghutang negara kolonialis. karena bangasa kita sendiri membantu dan mempermudah negara kapitalis untuk mewujudkan hal itu.

    kekayaan alam yang keluar negeri akan kembali dalam bentuk konsumsi kita, jadi mobil, jadi elektronik jadi teknologi dll.

    selama bangsa kita belum bisa mandiri menghasilkan kebutuhan dan konsumsi bangsa, maka penjajahan akan terus berlangsung. Karena Negara asing memiliki modal uang untuk menggerakan ekonomi, membeli pejabat dan menguasai pasar.

  • Rusdi 3 years ago

    Miris melihat kenyataan NKRI yg katanya ‘gemah ripah loh jinawi’.
    Kekuasaan untuk menyedot ‘kekayaan’ negara ini dimiliki oleh segelintir manusia yg menjabat atau si kaya.

    Pejabat pemerintah yg semestinya menjadi kontrol dalam upaya ‘mendistribusikan’ kekayaan untuk seluruh rakyat justru menjadi penikmat kekayaan. Dalam satu periode menjabat para pejabat akan berlomba untuk menyiasati supaya bisa meraup semaksimal mungkin untuk kantong pribadi.

    Penguasa dengan sangat mudah menggiring opini rakyat dengan jargon-jargon usang agama, suku, ras, dsb. Padahal semua itu cuma alat untuk kepentingan si penguasa /pejabat.

    Tanpa perubahan mendasar di segala bidang seperti pendidikan, kesehatan, kesempatan untuk si ‘kecil’ mama ini akan terus berlanjut pada generasi berikutnya dan berikutnya…

    Salam.

  • Adn 3 years ago

    Tulisan yang sangat bagus, menyadarkan dan memberi gambaran kondisi negara ini dan . Marilah setiap WNI untuk berusaha produktif di bidang masing2 dibarengi dg doa agar negeri ini bisa berjaya kembali.

  • Joko 3 years ago

    Jangankan hanya mengandalkan penerimaan dr pajak. Pajak nya sendiri aja di korupsi oleh oknum pajak yg tidak bertanggung jawab. Aneh sekali kalo pegawai pajak yg jujur dan dgn susah payah menagih dan bekerja keras, tapi kebijakan org pejabat atas malah semena2 menggunakan uang pajak utk kepentingan yg tidak berguna malah disikat abis dgn projek2 bodong, kampanyelah, bahkan ada papan reklame caleg di jalanan memakai anggaran APBD. Anggaran negara dikorupsi bahkan sebagian tidak bisa dipertanggung jawabkan.

  • Wahyooo 3 years ago

    APBN qta malah abis buat gaji PNS dan para pejabat,rakyat di pelosok makin sengsara dengan kebutuhan yg makin mahal

  • Wahyooo 3 years ago

    Apbn qta malah abis untuk gagi para PNS, dan para Pejabat
    nga kepikiran untuk pengelolaa alam dan SDM

  • Ev i 3 years ago

    Kasian saudara-saudara kita yang di PAPUA ,mereka benar2 di jajah oleh ASING dan NEGARAnya sendiri . di telantarkan dan di biarkan hidup jauh dari nama kesejahteraan . Sangat miris !!!! Berharap suatu saat akan ada pemimpin yang benar-benar perduli dengan rakyatnya dan bisa merangkul rakyatnya dari Sabang hingga Merauke tanpa membedakan RAS,AGAMA,dan Siapa !
    dan menerapkan system BERDIKARI ( Berdiri di atas kaki sendiri ) ,jadilah negara yang di butuhkan oleh negara lain ,BUKAN negara yang membutuhkan bantuan negara lain. Jangan mau di kuasai oleh asing intinya. Rebut kembali apa yang kita punya !

  • nomaden 3 years ago

    saya sangat sepakat an setuju sekali dengan pemikiran penulis,,, alangkah baiknya pemikiran dan tulisan-tulisan seperti ini kita gaungkan dan kita sebarkan keseluruh penjuru negeri ini melalui apa saja yg kita mampu perbuat agar isi dari pemikiran dan tulisan ini bisa sampai dan dipahami oleh seluruh masyarakat negeri ini baik dari tingkat jelata sampai ketingkat elit sekalipun,, yang tentunya harapan kita bersama bisa membentuk pola pikir dan memtalitas bangsa ini lebih baik dan tidak korup,,,

  • Anas 3 years ago

    Iya Om, Klo Sya mending bRANTAS YG Korup om! Bikin UU Klo Korup Hukum Mati, Biar Kapok!!
    Trus Klo Bisa, Pemimpin Macam Jokowi-Ahok Bikin Banyak Kloningan!!xixixi

  • Joko 3 years ago

    Kayaknya pemimpin negeri ini sengaja men-setting sedemikian. Tidak ingin membuat suatu kemajuan dibidang teknologi dan disegala sektor yg signifikan bagi negrinya yg mampu membawa kemakmuran bagi rakyatnya sendiri. Ada yg salah dgn pemimpin2 negri kita. Mereka hanya mementingkan kepentingan2 sendiri. Nepotisme merajalela di kalangan pejabat kita tanpa ada rasa malu. Negara kalo tanpa konsep jelas kedepannya, pastilah cita2 negrinya tidak akan pernah tercapai.

  • Agung Laksana 3 years ago

    Pagi Sobat

    Dahulu zaman orde baru ada istilah “merongrong negara , menghina pejabat (pemerintah),mengganggu stabilitas dll …. adalah sikap makar atau subversif ….. seluruh kekuatan alat negara dikerahkan untuk membasmi gerakan … kelompok … atau pribadi ybs …..
    Padahal substansinya adalah karena cintanya kepada negeri ini, karena keprihatinan akan nasib anak cucu negeri ini ….

    sedangkan apabila dibandingkan dengan prilaku korupt, penjual aset bangsa penjual hukum penjual jabatan atau garis besarnya pengeksploitasi negera utk keserakahan pribadi …. bahkan tak segan segan melacurkan dirinya kepada bangsa lain dengan menjual jabatan atau apapun namanya itu ,,,, hanya disebut kriminal biasa, bahkan proses peradilan dan hasil akhir persidangan tak sepadan dengan pencuri ayam di kampung ……

    Yang pantas disebut subversif yang mana yah …. ?

  • IMAM SUGIYONO 3 years ago

    rasanya yg punya keluh kesah gundah gulana dgn keadaan yg seperti ada di uraian ini buanyaaak sekali semoga muncul pemimpin/penggerak yg mampu menggerakan/menyadarkan kita semua …

  • Joko 3 years ago

    UMK Kota Batam, awal tahun 2013 yaitu 2jt dgn kurs dollar singapore 8000. Jdi bila disetujui UMK 2014 2.4jt dgn kurs dolar singapore 9000, maka akan ada kenaikan biaya 6.4%. Tp bila disetujui 2.7jt dgn kurs 9000, maka akan ada kenaikan skitar 20%. Tp ini baru basic salary belum lagi asuransi karyawannya. Harusnya pemerintah segera menurunkan harga pangan, rumah dll, seiring dgn kenaikan inflasi. Tp mo gimana, smua calegnya calon2 koruptor dan banyak lagi mafia2 sembako pangan ternyata orang2 pejabat sendiri yg berkoalisi dgn pengusaha. Gmn ente mo mensejahterakan rakyat, bila pejabat2nya pada asik cari untung sebesar2nya tanpa peduli dgn rakyat bawah yg sudah bekerja sekeras2nya tp penghasilan cuma pas2 an.

  • 3 years ago

    UMK Kota Batam tahun 2013 rp.2jt dgn kurs dollar singapore rp.8000. Jdi bila disetujui umk 2014 rp. 2.4jt dgn kurs dolar singapore rp.9000, maka akan ada kenaikan biaya 6.4%. Tp bila rp.2.7jt dgn kurs rp.9000, maka akan ada kenaikan skitar 20%. Tp ini baru basic salary belum lagi asuransi karyawannya. Harusnya pemerintah segera menurunkan harga pangan, rumah dll, seiring dgn kenaikan inflasi. Tp mo gimana, smua calegnya calon2 koruptor dan banyak lagi mafia2 sembako pangan ternyata orang2 pejabat sendiri yg berkoalisi dgn pengusaha. Gmn mo mensejahterakan rakyat, bila pejabat2nya sendiri sedang asik cari untung sebesar2nya tanpa peduli dgn rakyat bawah yg sudah bekerja sekeras2nya tp penghasilan cuma pas2 an.

  • abah 3 years ago

    ijin copas pak 4 share

  • Someone 3 years ago

    Saya setuju semua yang disampaikan penulis memang benar. Sayangnya separuh penyebabnya adalah bangsa kita sendiri. Saya pribadi sudah berkali-kali menghadiri pertemuan antara sesama pejabat kita maupun antara pejabat kita dengan perwakilan ‘pendampingan’ asing. Menyangkut hubungan dengan pihak asing, hal utama yang disampaikan pejabat kita hampir selalu menyangkut permintaan bantuan (hampir selalu berupa materi) karena baik anggaran pemerintah kita maupun kapasitas yang ada selalu dirasa kurang. Ucapan ‘mohon bantuan agar diteruskan, bahkan ditingkatkan apabila mungkin’ dari pejabat kita sudah sangat tidak asing di telinga. Jadi, menurut saya, dimana-mana orang asing memang berpotensi untuk berniat jahat tetapi akan sulit beranjak jauh jika tidak dibukakan jalan oleh bangsa sendiri. Sebaiknya bangsa kita mulai dengan berkaca dalam-dalam dan berkonsentrasi memperbaiki diri serta meninggalkan kebiasaan mudah menyalahkan orang lain dan selalu menganggap diri sebagai korban yang tidak berdosa.

  • 3 years ago

    Saya setuju semua yang disampaikan penulis memang benar. Sayangnya separuh penyebabnya adalah bangsa kita sendiri. Saya pribadi sudah berkali-kali menghadiri pertemuan antara sesama pejabat kita maupun antara pejabat kita dengan perwakilan ‘pendampingan’ asing. Menyangkut hubungan dengan pihak asing, hal utama yang disampaikan pejabat kita hampir selalu menyangkut permintaan bantuan (hampir selalu berupa materi) karena baik anggaran pemerintah kita maupun kapasitas yang ada selalu dirasa kurang. Ucapan ‘mohon bantuan agar diteruskan, bahkan ditingkatkan apabila mungkin’ dari pejabat kita sudah sangat tidak asing di telinga. Jadi, menurut saya, dimana-mana orang asing memang berpotensi untuk berniat jahat tetapi akan sulit beranjak jauh jika tidak dibukakan jalan oleh bangsa sendiri. Sebaiknya bangsa kita mulai dengan berkaca dalam-dalam dan berkonsentrasi memperbaiki diri serta meninggalkan kebiasaan mudah menyalahkan orang lain dan selalu menganggap diri sebagai korban yang tidak berdosa.

  • Van 3 years ago

    Coba 10 persen saja dari penduduk NKRI berpikir yang sama maka Republik Indonesia akan menjadi mercusuar Dunia

  • toryabdullah 3 years ago

    iijn share jg ya mas..Semoga semakin banyak anak2 bangsa ini, yang berani mengaluarkan ide2 ataupun gagasan ataupun kritik yg sangat membangun,apa yang mas rasakan jga saya rasakan, begitu gregetanya saya dengan para pemegang amanah dinegara Indonesia, tiap hari di berita di media yang ada korupsi, korupsi, korupsi, impor, impor, impor, semua lembaga kementerian berlomba2 impor, semoga Indonesia segera di beri pemimpin yang AMANAH,TEGAS,BERANI,JUJUR, MAMPU MEREALISASIKAN UUD 45.. AAMIIN

  • 3 years ago

    Menarik tulisan Anda!
    1. Dengan Pajak dan Bea cukai saja sebetulnya APBN kita rasa-rasanya bisa terpenuhi, gak usah dari yang lainnya. Hanya …..kembali ke dosa asal…korupsi pajak kita tahulah,…ada yang bilang seharusnya pajak kita bisa mencapai 2.000 triliun…bisa bayar lunas tuh utang…
    2. Dengar-dengar siapa saja pemimpin di negara ini masih harus minta tanda-tangan ’sebelah’. Di situ ada negosiasi investasi pemberangusan sumber2 daya alam kita.
    3. Kalau yang yang seperti ini ini disuarakan terus-menerus kita yakin akan muncul pemimpin-pemimpin yang yg kita harapkan. Ini bukan kampanye ya…barangkali kita bisa sebut nama: Ketua KPK (Samad), Mahfud, Dahlan, Jokowi, Ahok, dll. Sy sendiri mulai yakin di periode 2014-2019, kita akan mendapatkan yang akan berbeda.

  • Bambang 3 years ago

    Tulisan anda paling tidak membuat kita termenung, mawas diri dan berdoa kepadaNYA, semua Investor umumnya PENJAJAH dibidang Ekonomi,pajak dimanipulasi, tenaga kerja dibayar murah,hasil bumi dikeruk habis2an,wassalam

  • 3 years ago

    ijin share ya pak, sangat bermanfaat

  • kusman laia 3 years ago

    terharu membaca artikelnya..
    rupanya indonesia sangat kaya..
    mudah-mudahan para pejabat tuh membaca artikel ini.
    Thx…

  • Alexa 3 years ago

    Sangat setuju… investasi memang perlu tapi pemerintah juga harus waspada. Masalahnya sering investasi juga dijadikan kedok oleh para pejabat untuk melakukan korupsi, bagaimana mungkin negara luas seperti Indonesia tidak bisa mandiri dalam menyediakan kebutuhan pangan rakyatnya? alasannya adalah karena para pejabat mendapatkan bagi hasil dari impor, bayangkan saja jika mereka (pejabat) mendapat fee Rp.1 saja dari setiap kg beras yg diimpor, brapa juta ton pula beras yg diimpor? bagaimana dengan daging, kedelai? banyak lagi permainan para maling yg notabene merugikan rakyat. kok bisa2 nya kita beli lahan di Australia untuk ternak sapi, padahal di NTT dan flores savana kita sangat lebar, semua ini ada apa? tentu saja tikus -tikus mencari akal untuk makan uang rakyat.

  • rohman 3 years ago

    INDONESIA ITU NEGERI KAYA TAPI DIMISKINKAN. RAKYATNYA PINTER TAPI DIBODOHKAN.
    SEBENARNYA KITA MAMPU MENGOLAH SENDIRI KEKAYAAN ALAM TAPI MALAH TERBENTUR REJIM POLITIK.

  • Samsudin 3 years ago

    Bagusnya topik\ spt Pa Ari ini dijadikan topik di televisi spt di ILC TV1 dan dihadiri smua pejabat yg berhubungan khususnya di sector\ vital SDA Indonesia.

  • ilman ilmu 3 years ago

    mas ari menurut saya adalah salah seorang WNI yg mempunyai pemikiran yang esensi sekali tentang keinginan sebuah kebangkitan Tanah Air kita tercinta ini, saya sendiri tersadarkan oleh tulisan mas ini, 3 hal besar yg jadi masalah dinegeri ini seperti hanya akan menjadi bom waktu saja buat kita semua. untuk saat ini saya sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena sy bukan seorang pejabat, bukan seorang ahli, bukan seorang pengamat, dan juga bukan seorang yang memiliki kekuatan untuk merubah keadaan bangsa ini menjadi lebih baik, melainkan saya hanya seorang masyarakat kecil yang hanya berusaha menjadi pribadi yang baik yang ingin bisa bermanfaat bagi bangsa negara dan agamanya. mohon maaf bila apa yang saya sampaikan tidak berkenan. bangkitlah Indonesiaku :)

  • sarkuk 3 years ago

    sangat bermanfaat, membuka pikiran dan hati…..
    Terharu, kecewa bercampur aduk setela membaca tulisan ini

  • hery 3 years ago

    ijin copas Pak biar buat renungan kita semua

  • gue 3 years ago

    pejabat tu kebanyakan keluarga semua ampe ke cucu cicitnya

  • angga 3 years ago

    Paling benci dengan ORBA, sekarang hanya kita nikmati sisanya. Sebesar apapun jasa seseorang kalau korup hancurlah jasanya…habis termakan umpatan di setiap jaman

  • aga 3 years ago

    Saya udh lama melihat apa yg terjadi di artikel ini..hanya sekarang trus berpikir bagaimana mmbuat rakyat indonesia ini sadar dan bangun dari keterpurukan ini.. permasalahan kita yg palin besar adalah mental.. ntah kenapa mayoritas org indo berpikir bahwa kita lebih bodoh/tdk mampu dari orang asing…sehingga lebih sering mengelu2kan orang asing..sehingga tidak trlalu terganggu kalo perushaan asing berkuasa di indonesia.. bahkan mreka bangga.. itulah salah satu masalah mental yg mmbuat kita terpuruk…

  • Imam Asyhari 3 years ago

    Sangat Takjub dengan pernyataan anda Pak, alangkah baiknya materi seperti ini banyak di share kepada masyarakat Indonesia agar bisa lebih CERDAS lagi dalam mengkritik KINERJA Pemerintah

  • axlnice009 3 years ago

    saya benci SBY…

  • erwan 3 years ago

    Sungguh pandangan yang luar biasa. penjajahan saat ini tak perlu palai senjata api, cukup dengan perijinan dan dikontrol jarak jauh lewat telekomunikasi.

    Sayangnya sepertinya kebanyakan dari kita (pemerintah dan masyarakat pencari kerja) tanpa disadari malah ikut mendukung. Betapa bangganya kita apabila bekerja di perusahaan asing dengan gaji besar tanpa peduli apakah kita bekerja pada perusahaan yang ikut menguras kekayaan kita.

    Adalah wajar jika investor ingin mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya (prinsip ekonomi) tetapi kontrol pemerintah sangat dibutuhkan.

    Sepertinya jalan keluar hanya dalam mimpi.
    SELAMAT BERMIMPI

#Kumpulan Artikel Seputar Sepeda